Minggu, 7 Juni 2026

Berita Populer Bengkulu

Berita Populer Mukomuko Bengkulu 15-21 September 2025: Gempa 5,2 M hingga Panen Raya

Gempa 5,2 M, waspada DBD, pelantikan Sekda baru hingga usulan 1.879 formasi PPPK warnai sepekan Mukomuko.

Tayang:
Panji Destama/TribunBengkulu.com
BERITA POPULER – Alat deteksi gempa bumi milik BPBD Mukomuko Bengkulu yang merekam guncangan pada Senin (15/9/2025) (kiri), dan pelantikan PPPK di halaman Kantor Bupati Mukomuko, Bandar Ratu, Kecamatan Kota Mukomuko, Minggu (24/6/2025) (kanan). Gempa bumi 5,2 magnitudo hingga penetapan formasi PPPK paruh waktu menjadi berita populer di Mukomuko, 15-21 September 2025. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

 

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Beberapa berita populer selama sepekan terakhir, 15–21 September 2025, menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Berikut sejumlah peristiwa yang populer dan menyedot perhatian masyarakat Kabupaten Mukomuko pada 15–21 September 2025.

1. Gempa Bumi 5,2 Magnitudo

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mukomuko, hingga Senin (15/9/2025) siang, belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa bumi.

Sebelumnya, pada 14 September 2025 sekitar pukul 21.49 WIB, gempa bumi berkekuatan 5,2 magnitudo mengguncang Kabupaten Mukomuko.

Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Guncangan cukup kuat itu dirasakan oleh sejumlah orang di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Getaran dengan intensitas Modified Mercalli Intensity (MMI) III hingga MMI IV sedikit dirasakan oleh banyak orang, tetapi tidak menimbulkan kerusakan.

Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan kaca jendela bergetar.

Gempa bumi itu terjadi pukul 21.49 WIB dengan kedalaman 18 kilometer.

Titik pusat gempa berada di 2,84 LS dan 100,93 BT atau 35 kilometer barat daya Mukomuko.

Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Mukomuko, Ahmad Hidayat Syah, mengatakan sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya kerusakan akibat gempa bumi.

“Sampai siang ini belum ada laporan soal kerusakan yang diakibatkan dari gempa bumi malam tadi,” ungkap Ahmad saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (15/9/2025) pukul 10.55 WIB.

Ahmad menjelaskan gempa bumi tersebut cukup dirasakan masyarakat di Kabupaten Mukomuko.

Warga yang sedang beraktivitas saat itu langsung berhamburan keluar rumah.

Gempa itu, lanjut Ahmad, juga dirasakan di daerah sekitar Kabupaten Mukomuko.

“Gempa bumi malam tadi sempat dirasakan masyarakat hingga daerah sekitar Kabupaten Mukomuko, namun tak berpotensi tsunami,” jelas Ahmad.

Ahmad meminta masyarakat selalu waspada terhadap gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja.

Ia mengingatkan, jika berada di dalam rumah, segera berlindung di bawah meja yang kokoh atau perabot kuat lainnya.

Lindungi kepala dan leher dengan tangan atau bantal.

Jauhi jendela, kaca, lemari, atau benda gantung yang bisa jatuh.

“Jangan berlari keluar rumah saat gempa masih berlangsung. Risiko tertimpa genteng, kaca, atau puing sangat tinggi. Jika tidak ada tempat berlindung, duduklah di sudut ruangan dan lindungi kepala,” papar Ahmad.

Jika berada di luar ruangan, masyarakat diminta mencari tempat terbuka serta menjauh dari bangunan, pepohonan, hingga papan reklame.

Setelah gempa berhenti, segera keluar dari bangunan dengan hati-hati.

Perhatikan kemungkinan reruntuhan dan tetap waspada terhadap gempa susulan.

“Matikan listrik dan gas jika mencium bau gas atau melihat kebocoran. Gunakan senter, bukan korek api. Dengarkan informasi resmi dari radio, ponsel, atau sumber terpercaya. Jika memungkinkan, silakan membantu tetangga,” tutup Ahmad.

Baca juga: Breaking News: Gempa Berkekuatan 5,2 Magnitudo Guncang Mukomuko Bengkulu 14 September 2025 Malam

2. Musim Hujan — Kenali Gejala DBD

Memasuki musim penghujan, Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko (Dinkes) meminta warga mewaspadai kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dari laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa minggu terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Mukomuko dilanda hujan.

Kabid Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Hamdan A., mengatakan masyarakat harus selalu waspada terhadap kemungkinan penyebaran DBD.

“Masyarakat diminta selalu waspada pada penyebaran DBD yang bisa menyerang siapa saja,” ungkap Hamdan saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (15/9/2025).

Hamdan menjelaskan ada tiga faktor yang menyebabkan meningkatnya risiko DBD, yaitu faktor individu, lingkungan, dan virus itu sendiri.

“Seseorang berisiko terkena penyakit DBD kalau lingkungannya sangat nyaman untuk berkembang biaknya nyamuk. Kemudian, lingkungan tempat tinggal seseorang itu memang sudah ada virusnya,” tutur Hamdan.

Hamdan mengungkapkan orang yang berisiko terinfeksi DBD adalah mereka yang memiliki imunitas menurun.

Hingga akhirnya virus masuk dan tubuh tidak mampu melawan, sehingga terinfeksi.

“Orang yang berisiko terinfeksi DBD ini, bagi mereka yang memiliki imunitas yang menurun, hingga akhirnya tubuh tak bisa melawan dengan baik dan terinfeksi,” jelas Hamdan.

Meskipun demikian, pada bulan Agustus 2025 pihaknya tidak menerima laporan adanya kasus DBD dari 17 puskesmas di 15 kecamatan di Mukomuko.

Namun pihaknya terus mengingatkan masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pola hidup 3M Plus.

Langkah itu meliputi menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air; memelihara ikan pemakan jentik; menggunakan kelambu atau lotion anti-nyamuk; membersihkan saluran air; serta gotong royong bersih-bersih lingkungan.

Berikut gejala-gejala DBD:

  • Gejala Awal DBD (Hari 1–3):
  • Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 39–41°C).
  • Sakit kepala hebat.
  • Nyeri di belakang mata.
  • Nyeri otot dan sendi (sering disebut “breakbone fever”).
  • Mual dan muntah.
  • Lemas atau cepat lelah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Gejala Lanjutan (Hari 4–6):
  • Bintik-bintik merah di kulit (petechiae) akibat pecahnya pembuluh darah.
  • Gusi atau hidung berdarah.
  • Mimisan.
  • Perut kembung atau nyeri ulu hati.
  • Muntah terus-menerus.
  • Buang air sedikit (tanda dehidrasi).
  • Tangan dan kaki dingin meskipun suhu tubuh turun (tanda bahaya!).
  • Tanda Bahaya DBD (Fase Kritis — biasanya hari ke-4 sampai ke-6):
  • Tiba-tiba demam menurun, tetapi kondisi fisik memburuk.
  • Pendarahan hebat (tinja berwarna hitam, muntah darah).
  • Penurunan kesadaran.
  • Syok (tekanan darah turun, nadi lemah).

“Fase ini sangat berbahaya dan sering disangka sudah sembuh karena demam menurun, padahal tubuh masuk fase kritis,” tutup Hamdan.

Untuk diketahui, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Mukomuko selama semester pertama 2025 menurun.

Angka kematian akibat DBD juga mengalami penurunan.

Pada Januari–Agustus 2024 tercatat 512 kasus dengan dua orang meninggal dunia.

Sementara pada Januari–Agustus 2025 tercatat 69 kasus.

Baca juga: Musim Hujan Dinkes Mukomuko Imbau Warga Waspadai Kasus DBD, Berikut Gejala-gejalanya

3. Bupati Mukomuko Lantik Sekda

Bupati Mukomuko, Choirul Huda, melantik Marjohan sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mukomuko.

Pelantikan berlangsung di aula Bappelitbangda Kabupaten Mukomuko pada Rabu (17/9/2025).

Kegiatan dimulai pukul 15.20 WIB dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mukomuko.

Sebelumnya, Marjohan menjabat Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Mukomuko, kemudian Penjabat Sekda Kabupaten Mukomuko, sebelum mengikuti lelang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT).

Bupati Choirul Huda berpesan agar Sekda yang baru dapat mengelola dan mengatur aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten Mukomuko.

“Untuk Sekda yang baru dilantik ini dapat mengelola dan mengatur ASN dengan baik, agar roda pemerintahan bisa berjalan dengan baik sesuai dengan visi-misi,” ungkap Huda saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (17/9/2025) pukul 15.54 WIB.

Huda menjelaskan saat ini pihaknya menghadapi efisiensi anggaran, sehingga Marjohan diminta fokus pada pengelolaan anggaran yang masuk skala prioritas.

Skala prioritas yang dimaksud meliputi pelayanan dasar bagi masyarakat hingga upaya menumbuhkan pertumbuhan ekonomi di Mukomuko.

“Kita ketahui sekarang kita tengah dihadapi oleh keterbatasan (efisiensi anggaran, red), jadi kita harus bisa melihat skala prioritas yakni pelayanan dasar bagi masyarakat hingga menumbuhkan perekonomian di Mukomuko,” tutur Huda.

Huda menambahkan skala prioritas ini harus dikelola dengan baik.

Ia juga meminta Marjohan segera mengisi kekosongan jabatan yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD).

“Saya juga berpesan untuk jabatan yang kosong di OPD untuk segera diisi,” jelas Huda.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Mukomuko, Marjohan, mengatakan dirinya menerima amanah yang harus segera diwujudkan.

“Dengan amanah yang sudah dipercayakan oleh Bupati Mukomuko kepada Marjohan. Seperti yang diketahui saat ini pihaknya masih menghadapi efisiensi anggaran,” papar Marjohan.

Ia memastikan akan segera melaksanakan arahan Bupati Choirul Huda, terutama terkait skala prioritas pelayanan dasar bagi masyarakat sesuai kondisi keuangan daerah.

“Sesuai dengan arahan pak Bupati yang diutamakan saat ini, skala prioritas dalam hal ini pelayanan dasar untuk masyarakat disesuaikan sesuai keadaan dan kondisi keuangan,” tutup Marjohan.

Baca juga: Bupati Mukomuko Bengkulu Lantik Marjohan Jadi Sekda, Fokus Kelola ASN dan Pelayanan Masyarakat

4. Panen Raya — Kelompok Tani Hanya Miliki 1 Mesin Panen

Petani di Desa Arah 3, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko menggelar panen raya padi pada Kamis (18/9/2025) siang.

Panen yang mengundang Bupati Mukomuko Choirul Huda dan Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Frenky Janas, dilaksanakan di lahan seluas 400 hektare sawah di Desa Arah 3.

Ketua Kelompok Tani Juragan Sakti I Arah 3, Kadri, mengatakan panen ini merupakan musim panen kedua tahun 2025.

“Hari ini kita panen sebanyak 21 ton dari 3 hektare sawah,” ungkap Kadri saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (18/9/2025) pukul 14.35 WIB.

Kadri menjelaskan panen raya ini tidak bisa dilakukan secara serentak karena mesin panen padi hanya ada satu.

Mesin panen tersebut merupakan bantuan pemerintah untuk kelompok tani.

Dirinya berharap ada bantuan tambahan mesin panen untuk kelompok tani.

“Karena mesin panen cuma satu, jadi kami memakainya bergantian. Kalau mau sewa ke orang mahal, sekarung itu bisa Rp 36 ribu,” tutur Kadri.

“Kalau bisa ada lagi bantuan dari pemerintah untuk mesin panen padi, agar panen padi bisa lebih efisien dan tidak memakan waktu,” lanjut Kadri.

Kadri mengungkapkan setidaknya pihaknya membutuhkan empat unit mesin panen padi agar panen lebih efisien.

Jika harus menyewa mesin panen, petani akan menanggung biaya dan harus menunggu antrean penggunaan mesin.

“Kalau nyewa mesin panen kita juga harus menunggu antrian untuk menggunakannya, karena kita harus antri,” tutup Kadri.

Sementara itu, Bupati Choirul Huda memberikan sejumlah bantuan terkait alat pertanian kepada kelompok tani.

Bupati mengucapkan terima kasih kepada petani yang sudah melaksanakan panen raya.

Dengan adanya panen raya ini, menurut Huda, Kabupaten Mukomuko mulai bergerak menuju swasembada pangan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada petani yang sudah melaksanakan panen raya ini. Dengan adanya panen ini dapat mencukupi kebutuhan, bisa saja kita bisa menjadi daerah dengan swasembada pangan,” kata Huda.

Terkait bantuan mesin panen padi, pihak pemerintah akan berkolaborasi dengan DPRD untuk pengadaan sarana dan prasarana pertanian.

“Untuk pengadaan alat tani baik sarana dan prasarana ini, tentu kita akan berkolaborasi dengan DPRD, agar kebutuhan para petani benar-benar terakomodasi,” tutup Huda.

Baca juga: Curhat Petani Arah 3 Mukomuko Bengkulu: Panen Raya, Tapi Mesin Pemanen Cuma 1

5. Usulan Formasi PPPK-PW 1.879 Mukomuko Ditetapkan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) telah menetapkan jumlah formasi untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak Paruh Waktu (PPPK-PW) untuk Kabupaten Mukomuko.

Pemerintah Kabupaten Mukomuko mengusulkan 1.879 formasi untuk tenaga honorer dan usulan tersebut telah disetujui oleh Kemenpan RB.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mukomuko, Marjohan, mengatakan pihaknya sudah menerima surat keputusan (SK) dari Kemenpan RB perihal penetapan formasi PPPK-PW.

“Kemarin kita sudah menerima SK dari Kemenpan RB soal usulan formasi PPPK-PW, sebanyak 1.879 formasi,” ungkap Marjohan saat dihubungi TribunBengkulu.com, Minggu (21/9/2025) pukul 11.55 WIB.

Marjohan menjelaskan calon PPPK-PW diharapkan segera mengisi daftar riwayat hidup (DRH) sesuai jadwal yang ditetapkan.

Untuk pengisian DRH PPPK-PW, batas terakhir dilakukan pada Senin (22/9/2025).

“Terakhir besok untuk pengisian DRH PPPK-PW tanggal 22 September 2025,” tutur Marjohan.

Marjohan juga menjelaskan pihaknya mengalokasikan kebutuhan PPPK-PW sebanyak 1.879 formasi.

Rinciannya, PPPK-PW dari pegawai non-ASN yang terdaftar pada pangkalan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) sejumlah 923 orang, terdiri dari guru 330, tenaga kesehatan 5, dan tenaga teknis 588.

“Sementara untuk PPPK-PW dari pegawai non-ASN yang tidak terdaftar pada pangkalan data BKN sejumlah 956, terdiri dari guru 167, tenaga kesehatan 270, dan tenaga teknis 519,” jelas Marjohan.

Pihaknya juga mendapat arahan dari Kemenpan RB agar peserta PPPK tahap 1 dan tahap 2 dapat melakukan perbaikan data pribadi hingga Desember 2025.

Tujuannya agar peserta dapat memperbaiki data seperti NIK, formasi, atau detail teknis lainnya.

“Perbaikan data untuk PPPK tahap 1 dan tahap 2 ini tak hanya di Kabupaten Mukomuko saja namun di seluruh Indonesia hingga Desember 2025. Perbaikan data ini dilakukan melalui aplikasi,” tutup Marjohan.

Baca juga: KemenpanRB Tetapkan 1.879 Formasi PPPK Paruh Waktu untuk Mukomuko Bengkulu, Batas Input Data Besok

Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved