Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional

Inilah Daftar Barang yang Berpotensi Naik Harga saat Dolar AS Meroket

Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0
BENCOOLEN MALL - Foto atrium Bencoolen Mall. Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang. 

Ringkasan Berita:
  1. Pelemahan rupiah berpotensi memicu kenaikan harga barang.
  2. Barang elektronik dan pakaian dinilai rentan mengalami kenaikan harga.
  3. FMCG, material bangunan, dan produk otomotif juga terdampak.
  4. Wijayanto menyebut rupiah melemah terhadap 86 persen mata uang dunia.
  5. Tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berlanjut hingga 2027.

 

TRIBUNBENGKULU.COM - Melemahnya nilai tukar rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang kebutuhan masyarakat di Indonesia.

Ekonom Senior Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, mengatakan pelemahan rupiah membuat biaya impor menjadi lebih mahal sehingga berdampak terhadap kenaikan biaya produksi dan harga barang di pasaran.

Menurut dia, hampir seluruh sektor berpotensi terdampak apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang.

Namun, terdapat sejumlah kelompok barang yang dinilai paling rentan mengalami kenaikan harga.

"Barang elektronik, pakaian, FMCG, bangunan, dan otomotif. Hampir semua terkena dampak," kata Wijayanto kepada Kompas.com, Kamis (4/6/2026).

Berikut daftar barang yang berpotensi mengalami kenaikan harga saat dolar AS menguat dan rupiah melemah:

Produk Elektronik

Barang elektronik menjadi salah satu produk yang paling rentan mengalami kenaikan harga karena sebagian besar komponen maupun bahan bakunya masih bergantung pada impor.

Kenaikan nilai dolar AS membuat biaya pengadaan barang elektronik menjadi lebih mahal.

Pakaian

Produk pakaian juga berpotensi mengalami kenaikan harga, terutama yang menggunakan bahan baku impor maupun diproduksi menggunakan mesin dan komponen dari luar negeri.

Barang Konsumsi Cepat Saji

Barang konsumsi cepat saji atau fast moving consumer goods (FMCG) turut berpotensi mengalami kenaikan harga.

Material Bangunan

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved