Senin, 8 Juni 2026

Berita Nasional

Inilah Daftar Barang yang Berpotensi Naik Harga saat Dolar AS Meroket

Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Wikimedia Commons CC BY-SA 4.0
BENCOOLEN MALL - Foto atrium Bencoolen Mall. Pelemahan rupiah hingga menembus Rp18 ribu per dolar AS berpotensi memicu kenaikan harga berbagai barang. 

Pelemahan rupiah juga dapat berdampak terhadap harga material bangunan.

Hal ini terjadi karena sebagian bahan baku maupun peralatan konstruksi masih berasal dari luar negeri dan menggunakan transaksi dolar AS.

Produk Otomotif

Harga kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor juga dinilai berpotensi naik apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam jangka panjang.

Selain harga kendaraan, biaya cicilan kredit kendaraan juga dapat meningkat apabila disertai kenaikan suku bunga pinjaman.

Wijayanto menjelaskan, dalam enam bulan terakhir rupiah telah mengalami depresiasi sebesar 7,29 persen terhadap dolar AS.

Menurut dia, pelemahan tersebut tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap sebagian besar mata uang dunia.

"Dalam periode yang sama, rupiah melemah terhadap 86 persen mata uang di dunia. Rupiah juga melemah terhadap seluruh mata uang utama di ASEAN, meliputi SGD, THB, MYR, VND, dan PHP," ujarnya.

Ia menilai, nilai tukar dolar AS yang terlalu tinggi dapat memberikan tekanan besar terhadap aktivitas ekonomi dan dunia usaha di Indonesia.

Selain itu, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih berpotensi berlanjut hingga 2027 apabila faktor-faktor fundamental ekonomi belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.

Berdasarkan pantauan TribunBengkulu.com pada Minggu (7/6/2026), kurs rupiah berada di level Rp18.154 per dolar AS.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved