Senin, 13 April 2026

Berita Nasional

Meski Korban Keracunan MBG Capai Ribuan, Cak Imin Pastikan Program Tetap Berjalan

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar pastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.

|
Editor: Yuni Astuti
Dok DPR RI
Muhaimin Iskandar. Begini kata cak Imin soal program MBG yang memakan korban sampai ribuan, Kamis (25/9/2025). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar pastikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan.

Menurut pihak Istana, total jumlah korban keracunan MBG mencapai lebih dari 5.000 siswa.

Data korban tersebut dikutip dari BGN, Kementerian Kesehatan, serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) per 10 September 2025, Kamis (25/9/2025).

Kendati demikian data tersebut berbeda dengan yang diungkapkan oleh pihak BGN yang datanya turut dikutip oleh Kepala Satf Kepresidenan, M Qodari.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan total ada 4.711 kasus keracunan MBG.

Sementara itu Cisdi, Organisasi nonprofit yang fokus di penguatan sektor kesehatan lewat berbagai intervensi baik di lapangan atau advokasi.

Menurut Cisdi, total keracunan MBG dari pertama kali peluncuran yakni 6 Januari 2025 hingga 19 September 2025 mencapai 5.626 kasus.

Angka tersebut berdasarkan pemantauan pemberitaan dan informasi resmi dari perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) di berbagai daerah.

Lalu, kasus keracunan MBG juga ditemukan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Berdasarkan data per 21 September 2025 lalu, ada 6.452 kasus.

Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, mengungkapkan terjadi lonjakan kasus MBG di mana pada 14 September 2025, keracunan mencapai 5.360 kasus. Sehingga, hanya dalam waktu sepekan, ada kenaikan kasus keracunan hingga lebih dari 1.000 kasus.

Meski demikian, menurut Cak Imin, program MBG akan tetap berjalan.

Bahkan belum ada rencana penghentian pelaksanaan MBG sampai saat ini.

"Tidak ada, tidak ada rencana penyetopan. Saya belum mendengar," ungkapnya, Rabu (24/9/2025).

Ia menjelaskan, permasalahan yang ditemui soal pelaksanaan program MBG seharusnya dijadikan bahan evaluasi.

"Tentu semua jenis kejadian harus dijadikan bahan evaluasi. Yang kena keracunan, yang sistemnya lamban, yang berbagai hal harus dijadikan pembenahan."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved