Minggu, 26 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Reaksi Kepala BGN Dadan Hindayana Program MBG Disindir jadi Makan Beracun Gratis

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara jangan sampai anggapan itu mengaburkan tujuan mulia dari MBG.

Editor: Hendrik Budiman
Kolase KOMPAS.com/ISNA RIFKA SRI RAHAYU | Kompas.com
MBG -- Menanggapi pelesetan soal MBG, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara. Dadan menyebut jangan sampai anggapan itu mengaburkan tujuan mulia dari MBG. 

Charles lantas membeberkan konten-konten di media sosial yang menyindir MBG. Bahkan, menurutnya, Dadan pun dipopulerkan sebagai ahli serangga.

"Konten-kontennya banyak Pak, lucu-lucu MBG itu sekarang dipelesetin bukan Makan Bergizi Gratis tapi 'Makan Beracun Gratis', 'Makan Belatung Gratis', makanan berbahaya dan lain-lainlah," kata Charles.

"Pak Dadan ini lumayan populer loh Pak sekarang di media sosial, fotonya banyak beredar gitu kan, ada teksnya 'Kepala BGN ahli serangga makanya bisa ada belatung gitu kan di nasi MBG', lucu-lucu," lanjutnya.

Siswa di Bulukumba Temukan Belatung di Menu MBG

rogram Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disorot setelah menu makanan di dua sekolah di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, ditemukan tidak layak konsumsi. 

Belatung menetas pada tempe dan pisang yang disajikan di SMAN 5 Bulukumba dan SDN 249 Daloba di Kecamatan Kajang.

“Menu makanan MBG-nya berulat tempe dan pisang. Banyak ulat dalam omprengan juga,” kata Amri, salah satu wali siswa SMAN 5 Bulukumba, Selasa (30/9/2025).

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bulukumba, Wahyu Sakti, mengaku sudah menindaklanjuti laporan tersebut.

“Laporan ini sudah sampai ke pimpinan dan sudah kami lakukan teguran. Selanjutnya menunggu petunjuk pimpinan,” tegasnya.

Temuan ini viral setelah video pisang dan tempe berulat beredar di sejumlah grup media sosial.

Sebelumnya, MBG di Kecamatan Ujung Bulu juga pernah ditemukan basi.

Kondisi ini mendapat perhatian Wakil Bupati Bulukumba A. Edy Manaf, yang menyayangkan masih adanya menu MBG tidak layak konsumsi.

Berbeda dengan kasus di Kajang dan Ujung Bulu, pengelola MBG di Kecamatan Ujung Loe memastikan pihaknya melibatkan ahli gizi dalam setiap proses.

“MBG kami dikontrol oleh ahli gizi dan koordinator tim relawan packing. Ini untuk menjaga kebersihan dan memastikan nilai gizi terpenuhi,” kata pengelola MBG Ujung Loe, Basri Yulianto.

Ia menjelaskan, bahan baku dicuci menggunakan air bersih, lalu diolah oleh tim relawan.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved