Makan Bergizi Gratis
Reaksi Kepala BGN Dadan Hindayana Program MBG Disindir jadi Makan Beracun Gratis
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana buka suara jangan sampai anggapan itu mengaburkan tujuan mulia dari MBG.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Taruna Ikrar, membeberkan jumlah kasus keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) sejak Januari-September 2025 saat rapat bersama Komisi IX DPR di Senayan, Jakarta, disiarkan langsung YouTube TVR Parlemen, Rabu (1/10/2025).
Dalam slide yang dipaparkannya, total kasus keracunan yang terjadi dari Januari-September 2025 adalah 103 kasus.
Kemudian, total korban keracunan mencapai 9.089 orang yang tersebar pada 83 kabupaten/kota di 28 provinsi.
Adapun kasus keracunan tidak terjadi hanya pada bulan Maret 2025 karena ketika itu memasuki bulan puasa.
Namun, setelah puasa, keracunan kembali terjadi dan tercatat sejumlah 6 kasus.
Sementara, mulai adanya lonjakan terjadi pada bulan Juli di mana ada 8 kasus keracunan MBG terjadi. Tren ini terus meningkat hingga puncaknya pada bulan September 2025 di mana tercatat ada 61 kasus keracunan.
Selama 11 bulan program MBG berjalan, keracunan terbanyak terjadi di Jawa Barat dengan total 25 kasus.
Diketahui, lonjakan kasus keracunan MBG yang paling menjadi sorotan adalah yang terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada 22-24 September 2025 lalu.
Adapun total korban yang berasal dari siswa PAUD hingga SMA itu mencapai lebih dari 1.000 orang.
Bahkan, Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail, sampai menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) buntut kasus keracunan ini.
Berikut rincian sebaran kasus keracunan MBG di Indonesia dari Januari-September 2025:
Jumlah Kasus Berdasarkan Waktu
- Januari: 4 kasus keracunan
- Februari: 4 kasus keracunan
- Maret: 0 kasus keracunan (karena masuk bulan puasa)
- April: 6 kasus keracunan
- Mei: 3 kasus keracunan
- Juni: 2 kasus keracunan
- Juli: 8 kasus keracunan
- Agustus: 15 kasus keracunan
- September: 61 kasus keracunan
Jumlah Kasus Berdasarkan Provinsi
- Jawa Barat: 25 kasus keracunan
- Sumatera Selatan: 8 kasus keracunan
- Jawa Tengah: 8 kasus keracunan
- DI Yogyakarta: 6 kasus keracunan
- Lampung: 6 kasus keracunan
- Jawa Timur: 6 kasus keracunan
- Nusa Tenggara Timur: 5 kasus keracunan
- Nusa Tenggara Barat: 5 kasus keracunan
- Sulawesi Tengah: 4 kasus keracunan
- Maluku: 3 kasus keracunan
- Kalimantan Barat: 3 kasus keracunan
- DKI Jakarta 3 kasus keracunan
- Kalimantan Utara: 2 kasus keracunan
- Sulawesi Tenggara: 2 kasus keracunan
- Banten: 2 kasus keracunan
- Riau: 2 kasus keracunan
- Kepulauan Riau: 2 kasus keracunan
- Bali: 1 kasus keracunan
- Bengkulu: 1 kasus keracunan
- Maluku Utara: 1 kasus keracunan
- Bangka Belitung: 1 kasus keracunan
- Gorontalo: 1 kasus keracunan
- Papua Barat: 1 kasus keracunan
- Sumatera Barat: 1 kasus keracunan
- Aceh: 1 kasus keracunan
- Sumatra Utara: 1 kasus keracunan
- Sulawesi Barat: 1 kasus keracunan
- Sulawesi Selatan: 1 kasus keracunan
Ikrar juga mengungkap temuan bakteri yang mengakibatkan keracunan MBG pada Januari-September 2025 berdasarkan 103 kasus keracunan yang terjadi.
Dia mengatakan sudah ada tiga bakteri yang terkonfirmasi menjadi penyebab yakni staphylococcus aureus, bacillus cereus, dan salmonella.
Selain itu, makanan MBG juga terkonfirmasi bahan kimia bernama histamin.
"Dari pemantauan kami, at least terkonfirmasi 17 persen (dari 103 kasus keracunan) yaitu mikrobilogi staphylococcus aureus, bacillus cereius salmonella. Sedangkan kimia terkonfirmasi adalah histamin," katanya.
Sementara, bakteri yang diduga mengakibatkan 83 kasus keracunan MBG lainnya adalah staphylococcus aureus, bacillus cereus, salmonella, escherichia coli, dan clostridium perfringens.
Lalu, bahan kimia yang diduga menjadi penyebab keracunan yakni histamin.
Ikrar mengatakan dengan temuan ini, dia meminta agar ada penanganan serius terkait kebersihan makanan MBG.
"Setelah adanya kejadian ini, kita harus mencegah karena prinsip kami 'bukan pangan kalau tidak aman," katanya.
Ikrar mengungkapkan ada tiga penyebab utama sehingga keracunan MBG bisa terjadi begitu masif di berbagai wilayah.
Pertama, kontaminasi silang baik dari bahan mentah, lingkungan, maupun penjamah pangan atau food handler selama proses pengolahan pangan.
"Kedua, pertumbuhan dan perkembangbiakan bakteri karena ketidaksesuaian suhu dan waktu, kondisi pangan dan proses pengolahan pangan," kata Ikrar.
Terakhir yakni, kegagalan pengendalian keamanan pangan seperti higienisitas dan sanitasi, pengendalian suhu, praktik penanganan pangan, serta pengawasan dan monitoring penerimaan bahan baku segar yang dilakukan.
Keracunan Makan Bergizi Gratis
Makan Bergizi Gratis
Program Makan Bergizi Gratis
Penyebab Atalia gugat cerai Ridwan Kamil
Ungkapan Hati Atalia Praratya
Atalia ogah dimadu
| Dinkes Bengkulu Tengah Tegur Petugas Puskesmas Kembang Seri Soal Dugaan Tolak Siswa Keracunan MBG |
|
|---|
| Kasus Keracunan MBG Bengkulu Tengah: DPRD Ungkap Dugaan Puskesmas Kembang Seri Tolak Pasien |
|
|---|
| DPRD Bengkulu Tengah Sidak Sekolah, Dapur MBG hingga Puskesmas, Soroti SOP dan Layanan |
|
|---|
| DPRD Temukan Dugaan Puskesmas Kembang Seri Tolak Pasien Kasus MBG di Bengkulu Tengah |
|
|---|
| Puskesmas Kembang Seri Klarifikasi Isu Tolak Pasien Keracunan MBG: Kami Dalami Fakta Sebenarnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Gizi-Nasional-BGN-Dadan-Hindayana-buka-suara.jpg)