Senin, 8 Juni 2026

Berita Viral

Pantas Tim SAR Tak Mendengar Teriakan Farhan CO-Pilot Pesawat ATR, Langkah Kaki Smartwatch Tak Valid

Besar harapan keluarga Farhan Co-Pilot pesawat ATR 42-50 masih dalam keadaan hidup sejak terdeteksi langkah kaki di smartwatch miliknya.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunTimur
KECELAKAAN PESAWAT - Foto Farhan Co-Pilot pesawat ATR 42-500 yang dikabarkan masih hidup karena terdeteksi langkah kaki di smartwatch miliknya, Kamis (21/2026). 

Pergerakan langkah kaki tersebut terus bertambah. Dia juga meminta pertolongan ke Presiden Prabowo lewat video tersebut.

"Intinya pergerakan langkah kakinya itu makin lama makin bertambah dan ini hari ketiganya di hutan. Jadi tolong kepada bapak Prabowo atau siapapun yang bisa ngasih bantuan tolong turunkan tim SAR lebih banyak lagi pak," katanya.

Dia juga berharap pemerintah mengerahkan helikopter ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap seluruh korban. Termasuk meminta agar pergerakan langkah dari smartwatch itu dilacak.

"Saya mohon sekali, Pak, tolong selamatkan Farhan, karena dia sudah memberikan tanda-tanda (masih hidup) pak hp nya masih terhubung dengan ada pergerakan langkah kakinya pak sekian dari saya," imbuh Pitri.

Black Box Pesawat ATR 42-500 Ditemukan 

Akhirnya black box pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan oleh Tim SAR. 

Meski sudah ditemukan keberadaan balck box tersebut belum bisa diamankan, mengingat kondisi yang belum memungkinkan. 

Black box terletak di bagian ekor pesawat ATR 42-500 PK-THT. 

Sebagai informasi, black box (kotak hitam) menjadi benda yang paling dicari setelah terjadinya kecelakaan pesawat terbang. 

Itu karena kotak hitam merupakan perangkat penyimpan data penerbangan yang nantinya bisa dijadikan petunjuk untuk mengungkap penyebab kecelakaan pesawat terbang.

Meski namanya black box tapi warnanya itu orange.

Diketahui bahwa black box berada di bagian ekor, namun akses menuju titik tersebut sangat terbatas dan berisiko tinggi.

Untuk menjangkau area tersebut, Tim SAR Gabungan harus menyiapkan strategi khusus.

Personel memerlukan tali sepanjang sekitar 100 meter dari Pos 8 untuk melakukan teknik grappling atau repling menuruni lereng curam menuju badan pesawat.

“Kita harus memerlukan dari Pos 8 tali sekitar 100 meter untuk bisa grappling ke area pesawat,” ujar Tim SAR, Rabu (21/1/2026). 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved