Jumat, 12 Juni 2026

Berita Viral

Pantas Tim SAR Tak Mendengar Teriakan Farhan CO-Pilot Pesawat ATR, Langkah Kaki Smartwatch Tak Valid

Besar harapan keluarga Farhan Co-Pilot pesawat ATR 42-50 masih dalam keadaan hidup sejak terdeteksi langkah kaki di smartwatch miliknya.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
TribunTimur
KECELAKAAN PESAWAT - Foto Farhan Co-Pilot pesawat ATR 42-500 yang dikabarkan masih hidup karena terdeteksi langkah kaki di smartwatch miliknya, Kamis (21/2026). 

Kondisi geografis menjadi tantangan utama. Selain kemiringan tebing yang ekstrem, permukaan lokasi didominasi bebatuan dan minim pijakan, sehingga setiap pergerakan harus dilakukan dengan perhitungan matang.

“Lokasi ekornya ada di bagian selatan,” ungkapnya.

Basarnas Makassar juga telah berkoordinasi dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan titik pasti keberadaan black box sebelum proses evakuasi dilakukan.

“Letak black box-nya sendiri kami sudah berkoordinasi dengan KNKT, letak dari black box itu dari bagian ekor,” jelasnya.

Sementara itu, Danrem 141/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan memastikan tim khusus telah disiapkan untuk fokus menuju bagian ekor pesawat, meskipun perangkat perekam tersebut belum berhasil diangkat.

“Ada tim yang khusus untuk ke ekor,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pencarian di area tersebut membutuhkan teknik khusus karena posisi ekor berada di lereng yang sangat terjal.

“Dan itu posisinya juga harus menggunakan teknik repling. Ini di lereng juga,” jelasnya.

Pesawat ATR 42-500 PK-THT sendiri diketahui hilang kontak pada Sabtu (17/1/2026).

Serpihan pesawat ditemukan beberapa jam kemudian di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada koordinat 04°55’48” Lintang Selatan – 119°44’52” Bujur Timur.

Pada hari keempat pencarian, lokasi black box akhirnya teridentifikasi.

Namun hingga kini, tim masih mempersiapkan peralatan tambahan dan skema penjangkauan paling aman agar proses evakuasi dapat dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan personel.

Sebagai perangkat vital, black box berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR) yang merekam parameter penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, hingga percakapan pilot.

Meski dikenal sebagai kotak hitam, perangkat ini justru berwarna oranye terang agar mudah ditemukan dan dirancang tahan benturan serta suhu ekstrem.

Temuan black box nantinya akan menjadi kunci utama untuk mengungkap rangkaian peristiwa sebelum pesawat mengalami kecelakaan, sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi peningkatan keselamatan penerbangan ke depan. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved