Kasus Campak di Bengkulu
38 Suspek Campak di Rejang Lebong, 5 Kasus Dikonfirmasi Positif
Kasus Suspek Campak di Rejang Lebong Capai 38 Kasus, Lima Dinyatakan Positif.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Ada 38 suspek kasus campak yang ditemukan sejauh ini di Rejang Lebong
- Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada lima kasus positif yang terjadi pada anak dengan rentang usia berbeda.
- Stok vaksin campak aman dan tersedia. Vaksin ini menjadi langkah utama dalam pencegahan penyakit tersebut
Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rejang Lebong memperbarui data kasus campak di wilayahnya.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 38 kasus suspek, dengan lima di antaranya telah terkonfirmasi positif campak.
Kepala Dinkes Rejang Lebong, drg Asep Budiman melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Titin Julita, menyebutkan bahwa ada 38 kasus campak yang ditemukan sejauh ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, ada lima kasus positif yang terjadi pada anak dengan rentang usia berbeda.
“Ada lima yang positif campak, dengan usia masing-masing 1 tahun, 5 tahun, 8 tahun, 10 tahun, dan 13 tahun,”jelas Titin kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Jumat (17/4/2026).
Penyakit Menular, Bisa Antar Manusia
Titin menegaskan bahwa campak merupakan salah satu penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat.
Penularan tidak hanya dipengaruhi oleh status imunisasi, tetapi juga dapat terjadi melalui kontak langsung antarindividu.
“Yang positif ini bisa jadi karena saat bayi tidak mendapatkan vaksin, tetapi bisa juga karena penularan dari orang ke orang,”jelasnya.
Baca juga: Pasca Kasus Perundungan, Polisi Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SDN 47 Rejang Lebong
Dinkes menekankan, stok vaksin campak aman dan tersedia. Vaksin ini menjadi langkah utama dalam pencegahan penyakit tersebut.
Dinkes Rejang Lebong terus mengimbau masyarakat untuk memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap sejak usia bayi guna menekan risiko penularan.
“Vaksin campak stoknya aman, alhamdulillah,”lanjut Titin.
Pemantauan Terus Dilakukan
Dinkes Rejang Lebong saat ini terus memperkuat pemantauan melalui sistem surveilans yang melibatkan puskesmas, klinik, dan rumah sakit.
Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi dini kasus serta mencegah penyebaran yang lebih luas di masyarakat.
Masyarakat juga diminta segera melapor jika menemukan gejala campak seperti demam dan munculnya bintik merah pada kulit, agar dapat segera ditangani oleh petugas kesehatan.
"Jika ada gejala langsung periksa, sehingga petugas medis bisa langsung mengambil langkah-langkah penanganan,"tutup Titin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Dinkes-RLll.jpg)