Rabu, 3 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Campak Merebak di Rejang Lebong: Lebih dari 40 Kasus dan 1 Balita Meninggal

Kasus campak di Rejang Lebong mencapai lebih dari 40 kasus, satu balita dilaporkan meninggal dunia.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Ricky Jenihansen
TribunBengkulu.com/M Rizki Wahyudi
VAKSIN CAMPAK - Foto kegiatan pemeriksaan kesehatan ibu dan anak oleh Dinkes Rejang Lebong. Dinkes ingatkan pentingnya vaksinasi campak untuk antisipasi terpaparnya penyakit tersebut. 

Ringkasan Berita:
  1. Dinkes Rejang Lebong mencatat lebih dari 40 kasus suspect campak.
  2. Sebanyak enam pasien dinyatakan positif campak.
  3. Mayoritas pasien anak diketahui belum divaksin campak.
  4. Satu balita asal Curup Tengah meninggal dunia.
  5. Dinkes mengimbau orang tua melengkapi imunisasi anak.

 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Kasus campak di Kabupaten Rejang Lebong sejak awal tahun 2026 tercatat cukup tinggi.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Rejang Lebong mencatat terdapat lebih dari 40 kasus suspect campak yang ditemukan di sejumlah wilayah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak enam orang telah dinyatakan positif campak berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan.

Mayoritas kasus campak yang ditemukan menyerang anak-anak.

Dari hasil penelusuran tim kesehatan, seluruh pasien yang terpapar campak diketahui belum pernah menerima vaksin campak sebelumnya.

Bahkan, satu pasien anak berusia 4,5 tahun asal Kecamatan Curup Tengah yang sebelumnya meninggal dunia juga diketahui belum menerima vaksin campak secara lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, drg Asep Budiman melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Titin Julita mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi terhadap seluruh kasus yang ditemukan.

Hasilnya, sebagian besar anak yang diduga terjangkit campak memang belum mendapatkan imunisasi campak.

“Dari hasil investigasi tim kesehatan, seluruh anak yang diduga terjangkit campak rata-rata belum menerima vaksin campak,” jelas Titin kepada wartawan TribunBengkulu.com pada Sabtu (23/5/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan karena vaksinasi merupakan salah satu langkah utama dalam mencegah penularan campak pada anak.

Pasien Meninggal Belum Terima Vaksin Campak

Titin menjelaskan, pasien anak asal Kecamatan Curup Tengah yang sebelumnya meninggal dunia diketahui hanya menerima imunisasi dasar sampai DPT 3 atau vaksin Difteri, Pertusis, dan Tetanus.

Sedangkan untuk vaksin campak, pasien tersebut belum sempat menerima imunisasi.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved