Selasa, 14 April 2026

Makan Bergizi Gratis di Bengkulu

Heboh! Menu MBG Diduga Basi di Rejang Lebong, DPRD Kecewa Dengan Janji SPPG

Menu MBG di Rejang Lebong Diduga Basi, DPRD Kecewa Dengan Janji SPPG. Karena tetap menggunakan bahan makanan olahan.

Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
M Rizki Wahyudi/Tribunbengkulu.com
KECEWA - Foto saat hearing antara anggota DPRD dengan perwakilan SPPG Rejang Lebong pada 12 September 2025 lalu. DPRD Kecewa karena janji SPPG Rejang Lebong tidak ditepati. 

Laporan Wartawan TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG – Heboh program Makanan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa SMPIT Khoiru Ummah (KU) di Desa Teladan, Kecamatan Curup Selatan diduga bermasalah, pada Jumat (3/10/2025).

Salah satu menu MBG tercium bau tak sedap dan diduga tidak layak konsumsi. 

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah langsung mengambil langkah tegas dengan tidak membagikan makanan itu kepada siswa.

Kebijakan ini diambil demi mencegah risiko gangguan kesehatan atau keracunan pada peserta didik. Para orangtua pun diminta untuk kembali menyiapkan bekal makan siang untuk anak-anaknya.

Baca juga: Diduga Basi, MBG untuk Siswa SMPIT KU Rejang Lebong Bengkulu Dikembalikan

Ketua Komisi I DPRD Rejang Lebong, Hidayattullah yang juga merupakan salah satu wali murid di sekolah tersebut, menyampaikan apresiasi kepada pihak sekolah yakni cepat tanggap dan mengutamakan keselamatan siswa.

Ia menilai langkah menolak membagikan dan mengembalikan makanan tersebut sangat tepat. 

“Sekolah sudah mengambil langkah tepat dengan tidak membagikan MBG itu. Kalau sempat dibagikan, ini bisa berbahaya. Kita sangat menyayangkan kejadian ini, tapi di sisi lain, sekolah patut diapresiasi,”ungkap Dayek sapaan akrabnya.

Ia mengingatkan agar penyedia MBG (SPPG) konsisten dengan komitmen yang pernah disampaikan saat hearing bersama DPRD beberapa waktu lalu yaitu tidak menyajikan makanan olahan dalam bentuk apapun.

Dimana SPPG memastikan menyajikan makanan yang dimasak langsung sehingga lebih terjamin kebersihan dan kualitasnya. 

“Waktu hearing, SPPG sudah berjanji tidak menyajikan makanan olahan. Tapi nyatanya tadi ada bakso, yang kita tahu rawan menimbulkan masalah. Ini jangan sampai terulang kembali,”tegasnya.

Dayek meminta SPPG bersama pengelola dapur lebih ketat dalam memastikan kualitas MBG.  

Tujuannya agar program ini benar-benar tercapai menyediakan makanan sehat, bergizi, dan aman bagi siswa atau anak-anak.

Ia meminta lebih teliti lagi dalam menentukan makanan agar tidak terjadi kasus keracunan di Rejang Lebong

"Jangan sampai ada kasus keracunan akibat MBG di Rejang Lebong,"tutupnya. 

Cerita Guru 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved