Kamis, 11 Juni 2026

Berita Seluma

Jembatan Gantung Desa Simpang Seluma Bengkulu Dipastikan Dibangun 2026, Anggaran Rp3,2 Miliar

Jembatan gantung Desa Simpang Seluma dipastikan dibangun 2026 dengan anggaran Rp3,2 miliar, kini masih tahap lelang.

Tayang:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Ricky Jenihansen
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
KABID BINA MARGA - Kabid Bina Marga Dinas PUPR Seluma, Emsuadi dikonfirmasi Selasa siang (21/4/2026) menyampaikan bahwa jembatan gantung Desa Simpang dibangun tahun 2026 ini. Saat ini masih proses lelang di BPJN 

Ringkasan Berita:
  1. Jembatan gantung Desa Simpang dibangun tahun 2026.
  2. Proyek masih dalam tahap lelang di BPJN Bengkulu.
  3. Anggaran pembangunan sebesar Rp3,2 miliar.
  4. Pembangunan dilakukan oleh BPJN melalui Satker.
  5. Jembatan menjadi akses vital bagi masyarakat desa.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Seluma memastikan pembangunan jembatan gantung di Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara, akan direalisasikan pada tahun 2026.

Saat ini, proyek pembangunan jembatan yang sempat viral dan menjadi perhatian masyarakat ini masih dalam tahap proses lelang di Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Bengkulu.

Kadis PUPR Seluma, M. Saipullah melalui Kabid Bina Marga, Emsuadi, mengatakan bahwa pembangunan jembatan gantung tersebut sudah masuk dalam perencanaan tahun anggaran 2026 dan tinggal menunggu tahapan administrasi selesai.

“Untuk jembatan gantung Desa Simpang dipastikan dibangun tahun 2026 ini. Saat ini masih dalam proses lelang di BPJN Bengkulu,” ujar Emsuadi, dikonfirmasi Selasa siang (21/4/2026).

Anggaran Pembangunan

Dijelaskan Emsuadi, anggaran yang disiapkan untuk pembangunan jembatan gantung ini sebesar Rp 3,2 miliar.

Dana tersebut dialokasikan untuk membangun jembatan gantung yang menjadi urat nadi masyarakat Desa Simpang untuk akses ke ibu kota kabupaten.

Menurut Emsuadi, pembangunan jembatan tidak dilakukan oleh pemerintah daerah, melainkan langsung oleh pihak BPJN melalui Balai Satuan Kerja (Satker) Bengkulu.

“Pelaksanaan pembangunan dilakukan langsung oleh BPJN melalui Balai Satker Bengkulu,” jelasnya.

Jembatan Sempat Jadi Sorotan

Jembatan gantung Desa Simpang sebelumnya sempat menjadi sorotan publik, khususnya pada masa kepemimpinan Bupati Seluma Erwin Octavian, karena kondisinya yang memprihatinkan dan sangat dibutuhkan masyarakat sebagai akses penghubung.

Keberadaan jembatan tersebut dinilai vital, terutama bagi masyarakat desa dalam menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk akses ke lahan pertanian, sekolah, hingga pelayanan kesehatan.

Harapan dan Dampak

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved