Berita Seluma
Pasar Rp6 Miliar Terbengkalai di Seluma, Disperindagkop Buka Suara
Pasar Rakyat Desa Serambi Gunung Seluma Terancam Jadi Bangunan Mubazir, Disperindagkop Sebut Salah Desain
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Ringkasan Berita:
- Pada tahun 2018 lalu, pasar yang dibangun menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan senilai Rp 6 miliar tersebut hingga kini belum berfungsi.
- Aktivitas jual beli masih berlangsung di luar bangunan pasar, mulai dari halaman hingga badan jalan menuju lokasi pasar.
- Berdasarkan perencanaan awal, pembangunan pasar rakyat ini bukan di Desa Serambi Gunung.
- Pasar ini dirancang untuk mendukung aktivitas pasar harian di Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur.
Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Pasar Rakyat yang dibangun di Desa Serambi Gunung, Kecamatan Talo, Kabupaten Seluma, terancam menjadi bangunan mubazir.
Pasalnya, sejak diresmikan pada tahun 2018 lalu, pasar yang dibangun menggunakan dana Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan senilai Rp 6 miliar tersebut hingga kini belum berfungsi.
Bangunan pasar yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu justru tidak ditempati para pedagang.
Sebaliknya, aktivitas jual beli masih berlangsung di luar bangunan pasar, mulai dari halaman hingga badan jalan menuju lokasi pasar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Seluma, Dadang Kosasi, membenarkan kondisi tersebut.
Menurut Dadang, persoalan utama yang menyebabkan pasar tidak berfungsi optimal adalah ketidaksesuaian antara desain pembangunan pasar dengan pola aktivitas perdagangan yang berlangsung di Desa Serambi Gunung.
"Memang benar hingga saat ini pasar tersebut belum ditempati oleh pedagang. Salah satu penyebabnya karena desain pasar itu sebenarnya diperuntukkan sebagai pasar harian, sementara di Serambi Gunung itu pasar mingguan," kata Dadang Kosasi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (3/6/2026).
Berdasarkan perencanaan awal, pembangunan pasar rakyat ini bukan di Desa Serambi Gunung.
Pasar ini dirancang untuk mendukung aktivitas pasar harian di Kelurahan Sembayat, Kecamatan Seluma Timur.
Namun dalam perjalanannya, rencana tersebut mengalami perubahan karena status lahan di lokasi awal yang akan digunakan untuk pembangunan pasar belum memiliki kejelasan.
Akibat kendala tersebut, lokasi pembangunan akhirnya dialihkan ke Desa Serambi Gunung.
"Awalnya pasar itu direncanakan untuk pasar harian di Kelurahan Sembayat. Tetapi karena ada persoalan status lahan, akhirnya pembangunan dialihkan ke Desa Serambi Gunung," jelasnya.
Menurut Dadang, setelah pasar selesai dibangun muncul persoalan baru.
Sebab karakteristik perdagangan di Desa Serambi Gunung berbeda dengan konsep pasar yang dirancang pemerintah pusat.
Mayoritas pedagang di Desa Serambi Gunung adalah pedagang mingguan yang hanya beraktivitas setiap hari Senin.
Sementara bangunan yang tersedia dirancang untuk aktivitas perdagangan harian.
Baca juga: BGN Hentikan Sementara Operasional SPPG Kelurahan Masmambang Seluma
Akibatnya, pedagang enggan menempati los dan kios yang telah disediakan di dalam bangunan pasar.
"Masyarakat di sana lebih terbiasa dengan pola pasar mingguan. Sementara bangunan yang dibangun ini konsepnya pasar harian, sehingga pedagang tidak mau berjualan di dalam pasar," ujarnya.
Kondisi tersebut membuat bangunan pasar belum memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Bahkan jika tidak segera ditangani, keberadaan pasar rakyat tersebut berpotensi menjadi aset daerah yang terbengkalai.
Untuk mengatasi permasalahan ini, Disperindagkop UKM berencana akan turun langsung ke lapangan dalam waktu dekat.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pengelola pasar serta melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mulai memanfaatkan fasilitas yang telah tersedia di dalam pasar.
"Dalam waktu dekat, kami akan turun langsung ke lokasi bersama pengelola pasar. Nanti akan dilakukan sosialisasi kepada para pedagang agar mau menempati los dan fasilitas yang sudah dibangun pemerintah," ucap Dadang.
Selain untuk mengoptimalkan fungsi pasar, langkah ini juga dilakukan untuk mengatasi persoalan ketertiban yang selama ini muncul akibat aktivitas perdagangan di luar area pasar.
Saat ini pedagang memilih membuka lapak di halaman pasar dan sepanjang badan jalan menuju lokasi pasar.
Kondisi ini mengganggu kelancaran lalu lintas dan berpotensi membahayakan pengguna jalan.
"Kita ingin aktivitas jual beli dipusatkan di dalam pasar. Selain lebih tertata, juga tidak mengganggu pengendara yang melintas di sekitar lokasi. Segera akan kami lakukan sosialisasi" tegas Dadang.
| Pasar Rakyat Rp6 Miliar di Seluma Terbengkalai, Pedagang Pilih Jualan di Luar Gedung |
|
|---|
| Pelantikan PAW Anggota DPRD Seluma Bengkulu Batal, Ini Penyebabnya |
|
|---|
| Seluma Kembali Raih WTP dari BPK RI, Pengelolaan Keuangan Semakin Baik |
|
|---|
| Lomba Burung Berkicau di Seluma Berlangsung Meriah, Bupati Dorong Jadi Event Tahunan Daerah |
|
|---|
| Pembangunan Jalan Lubuk Resam dan Ulu Alas Seluma Tuntas di Era Teddy-Gustianto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kepala-Badan-Kesbangpol-Seluma-Dadang-Kosasi-sherh.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.