Berita Seluma

253 Ekor Sapi di Seluma Bengkulu Terjangkit Jembrana

253 Sapi Bali di Seluma Terjangkit Jembrana, DPR RI dan Pemda Siap Perjuangkan Vaksin Massal

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
VAKSIN JEMBRANA: Tampan Wabup Seluma, Drs. H. Gustianto bersama anggota DPR RI, Dewi Coryati, saat mengunjungi peternak sapi di Desa Sumber Arum Kamis pagi 8 Januari 2026 

Ringkasan Berita:
  • Tercatat sebanyak 253 ekor sapi bali di Seluma terjangkit penyakit jembrana sepanjang 2025.
  • Penyakit jembrana sangat mudah menular dan penyebarannya cepat, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi peternak. 
  • Pemerintah Kabupaten Seluma dan Pemerintah Provinsi Bengkulu agar berperan aktif menyampaikan kebutuhan vaksin, baik vaksin jembrana, PMK, maupun penyakit lainnya

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA – Penyakit jembrana pada sapi bali masih menjadi momok menakutkan bagi para peternak di Kabupaten Seluma.

Sepanjang tahun 2025 lalu, tercatat sebanyak 253 ekor sapi bali terjangkit penyakit mematikan yang hanya menyerang jenis sapi tersebut.

Penyakit Jembrana adalah penyakit virus menular yang khusus menyerang sapi Bali.

Penyakit ini disebabkan oleh Lentivirus Jembrana (JDV) yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh sapi, menyebabkan demam tinggi, turun berat badan, dan luka kulit, serta dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani.

Meskipun sapi Bali memiliki tingkat kesembuhan yang cukup tinggi jika diobati, dan penularannya terutama melalui serangga penghisap darah. 

Anggota DPR RI, Dewi Coryati diketahui memiliki latar belakang pendidikan atau profesi sebagai dokter hewan menegaskan, Kabupaten Seluma memiliki keunggulan sebagai salah satu daerah pemasok daging sapi untuk Kota Bengkulu hingga provinsi tetangga. 

Namun di sisi lain, penyakit jembrana masih menjadi kelemahan serius bagi peternak sapi bali di daerah tersebut.

“Kita secara kelembagaan, baik DPR RI, pemerintah provinsi, maupun pemerintah daerah akan bersama-sama ke Komisi IV DPR RI untuk meminta vaksin jembrana dalam jumlah besar,” ujar Dewi Coryati kepada TribunBengkulu.com, Kamis (8/1/2026).

Baca juga: Prihatin Jalan Rusak, Warga Desa Sarimulyo Seluma Bengkulu Tambal Lubang Jalan Pakai Dana Kotak Amal

Menurut Dewi, kebutuhan vaksin jembrana saat ini sangat mendesak.

Penyakit jembrana sangat mudah menular dan penyebarannya cepat, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian besar bagi peternak sapi bali. 

“Vaksin ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya peternak, sebagai langkah pencegahan. Karena kalau sudah terjangkit, dampaknya bisa sangat fatal,” jelasnya.

Vaksinasi jembrana dapat dilakukan secara serentak kepada kelompok peternak dan masyarakat sebelum Hari Raya Idul Adha mendatang.

“Kita targetkan setelah Lebaran Idul Adha, vaksinasi sudah bisa dilakukan secara serentak,” ucap Dewi Coryati yang menghadiri perayaan Hari Jadi Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) di Desa Sumber Arum Kecamatan Sukaraja, Kamis 8 Januari 2026.

Dengan program vaksinasi bersama tersebut, ke depan peternak tidak lagi mengalami kerugian akibat kematian sapi bali.

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved