Senin, 13 April 2026

Berita Seluma

Kodim 0425 Sukses Bina Petani Sarimulyo Seluma Bengkulu

Kodim 0425 Sukses Bina Petani Sarimulyo Seluma. Hasil Panen Meningkat, Dandim Uji Coba Combine Harvester

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
PANEN RAYA: Tampak Dandim 0425/Seluma, Letkol Kav Yuliansyah melakukan uji coba combine harvester saat panen raya di sawah binaan TNI di Desa Sarimulyo Kamis siang 8 Januari 2026 
Ringkasan Berita:
  • Kodim 0425/Seluma mendampingi petani di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma.
  • Hasil produksi padi petani di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma mencapai 7 hingga 7,5 ton per hektare dari luasan panen per satu hektare.
  • Saat ini harga gabah kering di wilayah tersebut telah mencapai Rp6.500 per kilogram, bahkan sudah berada di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Senyum para petani tampak merekah saat panen raya digelar di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Kamis siang 8 Januari 2026.

Panen kali ini terasa istimewa karena produktivitas padi meningkat signifikan, bahkan harga gabah kering melampaui Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Dandim 0425/Seluma, Letkol Kav Yuliansyah, hadir langsung dalam panen raya ini yang merupakan persawahan binaan TNI sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.

Dalam panen tersebut, hasil produksi padi mencapai 7 hingga 7,5 ton per hektare dari luasan panen per satu hektare. Angka ini dinilai cukup tinggi dibandingkan hasil panen pada tahun-tahun sebelumnya.

Dandim yang merupakan putra asli Kabupaten Seluma ini menggunakan Alsintan modern jenis combine harvester membaur bersama petani melakukan panen raya. 

“Alhamdulillah, hasil gabah yang didapat meningkat dan harga gabah juga lebih baik dibanding tahun lalu. Total hamparan sawah di kawasan ini mencapai 186 hektare dan saat ini sudah masuk masa panen secara bertahap. Diperkirakan dua minggu ke depan seluruhnya sudah selesai dipanen,” jelas  Letkol Kav Yuliansyah.

Saat ini harga gabah kering di wilayah tersebut telah mencapai Rp6.500 per kilogram, bahkan sudah berada di atas harga yang ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Akhirnya, Jalan Tiga Ulu Seluma Bengkulu Segera Dibangun

“Trennya sangat positif. Selain hasil per hektare meningkat, harga gabah juga sudah lebih baik. Untuk kawasan persawahan seluas 186 hektare ini ditargetkan bisa tanam tiga kali dalam satu tahun,” ucap Dandim. 

Penggunaan combine harvester bantuan dari Kementerian Pertanian inj sangat membantu proses panen.

Alat ini mampu menggabungkan proses pemotongan, pengangkutan, perontokan, pembersihan, sortasi hingga pengantongan padi dalam satu sistem kerja.

“Keuntungannya sangat banyak, panen jadi lebih cepat, menghemat waktu dan tenaga, serta mengurangi potensi kehilangan hasil panen,” katanya. 

Sementara itu, Penyuluh Pertanian, Sugianto, menyampaikan, kawasan persawahan seluas 186 hektare tersebut memang rutin ditanami padi sebanyak tiga kali dalam setahun.

Namun hasil panennya selama ini belum selalu stabil.

“Alhamdulillah, pada panen ketiga tahun lalu hasilnya meningkat dan melebihi panen sebelumnya. Ini tentu tidak lepas dari peran aktif TNI yang terlibat sejak masa tanam, pemupukan, pengendalian hama hingga pengaturan kebutuhan air sawah,” pungkas Sugianto.

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved