Senin, 8 Juni 2026

Berita Seluma

Warga Desa Pagar Agung Seluma Ditemukan Tewas Tak Wajar

Warga Desa Pagar Agung Seluma Ditemukan Meninggal Dunia Gantung Diri di Dalam Rumah

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
HO Warga/Yayan Hartono
MENINGGAL TAK WAJAR - Evakuasi jenazah PG (60) yang meninggal tak wajar, Sabtu petang 31 Januari 2026. Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban sekitar 20 menit jelang salat magrib. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Dusun 3 Desa Pagar Agung, Kecamatan Seluma Barat, PG (60) ditemukan meninggal dunia tak wajar, pada Sabtu (31/1/2026).
  • Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban sekitar 20 menit jelang salat magrib.
  • Pihak keluarga merelakan kepergian almarhum dan menolak untuk dilakukan autopsi. 
  • Jenazah akan dimakamkan di TPU Desa Pagar Agung, pada 1 Februari 2026.

 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Warga Desa Pagar Agung, Kecamatan Seluma Barat, Kabupaten Seluma, Sabtu petang 31 Januari 2026 jelang salat magrib dihebohkan dengan temuan warganya yang tewas tak wajar.

Warga Dusun 3 Desa Pagar Agung, Kecamatan Seluma Barat, PG (60) ditemukan meninggal dunia tak wajar di dalam rumahnya sekitar pukul 18.00 WIB.

Kades Pagar Agung, Miril mengatakan korban ditemukan meninggal dengan cara menggantung diri di dalam rumah.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban sekitar 20 menit jelang salat magrib.

"Benar, saya dapat informasi dari warga bahwa ada warga kita yang meninggal dunia tak wajar di rumahnya," jelas Miril dikonfirmasi malam ini 31 Januari 2026.

Baca juga: Kronologi Tragis 2 Pelajar Perempuan Kota Bengkulu Tewas Terlindas Truk Boks di Masmambang Seluma

Belum diketahui pasti motif korban nekat mengakhiri hidup dengan cara tak wajar ini.

Namun kata Kades Pagar Agung, korban diketahui sering mengalami sakit-sakitan.

"Kami belum tahu pasti apa motifnya, tapi yang jelas korban sering sakit-sakitan," ucap Miril. 

Atas kejadian ini, pihak keluarga merelakan kepergian almarhum dan menolak untuk dilakukan autopsi. 

Jenazah akan dimakamkan di TPU Desa Pagar Agung, pada 1 Februari 2026.

"Almarhum akan dimakamkan besok, pihak keluarga tidak ingin dilakukan autopsi, mereka ikhlas dan menerima kepergian almarhum," kata Miril. 

Disclaimer:

Artikel ini ditayangkan bukan untuk menginspirasi tindak bunuh diri. Kendati demikian, depresi bukanlah persoalan sepele.

Jika kalian mempunyai tendesi untuk bunuh diri atau butuh teman curhat, kalian dapat menghubungi kontak di bawah ini:

Sumber: Tribun Bengkulu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved