Update Kasus Aborsi di Kepahiang, Jaksa: Masih Kurang Alat Bukti
Setelah menerima berkas perkara kasus aborsi di Kabupaten Kepahiang, jaksa mengembalikan kembali berkas perkara tersebut.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Kakak sepupu korban, mengatakan pihak keluarga mencurigai adanya tindakkan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh tersangka AN.
"Kami keluarga mengetahui korban meninggal pukul 23.00 WIB, sedangkan dari info yang kami dapat korban meninggal sekitar pukul 19.00 WIB," kata kakak sepupu korban kepada TribunBengkulu.com, pada Senin (11/4/2022).
Menurut kakak sepupu korban, tersangka An sempat beberapa kali memberikan keterangan palsu kepada keluarga saat tersangka An datang ke rumah duka korban, setelah diminta keluarga.
Itu terungkap setelah adik sepupu korban yang dekat dengan korban membongkar curhatan korban kepadanya.
"Selain korban hamil hingga 11 minggu, ternyata korban sempat dirawat di rumah An (tersangka) dan rumah temannya berinisial DV ini. Lalu baru dibawa ke RSUD Kepahiang," kata kakak sepupu korban kepada TribunBengkulu.com, Minggu (10/4/2022).
Kakak sepupu korban menjelaskan, korban mengenal tersangka Aan ini dari teman kerjaannya berinisial DV.
"Kami keluarga tidak tahu jika korban berpacaran dengan An sebelum kejadian ini. Korban mengenal An dari teman kerjaannya berinisial DV," ujarnya.
Saat mengantar jenazah itu, keluarga korban heran kenapa ambulans puskesmas di Kabupaten Kepahiang dan bukannya ambulans dari RSUD Kepahiang yang mengantar AA.
"Jadi ambulans itu sebetulnya dipinjam tersangka RO yang merupakan rekan tersangka AN. RO bekerja sebagai honorer di salah satu puskesmas di Kabupaten Kepahiang. Jadi RO menyuruh orang lain mengantarkan jenazah korban, dan diikuti mobil An yang dibawa oleh teman An," jelas kakak sepupu korban.
Sembari menahan kesedihan, kakak sepupu korban melanjutkan ceritanya.
Melihat kondisi jenazah korban yang mengeluarkan busa dari mulutnya, keluarga pun kaget.
Di sini keluarga korban mulai curiga, ada yang tidak wajar dengan kematian korban.
"Saat itu An (pacar korban) sempat melarikan diri. Saya meminta kepada teman An (yang mengiringi mobil ambulans) agar An datang ke sini. Saya jamin waktu itu An tidak akan di apa-apakan dengan keluarga," kata kakak sepupu korban ini.
Tak lama, selang beberapa menit akhirnya An pun datang. Kakak sepupu korban pun menanyakan apa yang sudah terjadi dengan korban.
"Kata AN, AA hanya mengalami sakit lambung, selama 3 hari dirawat di RSUD Kepahiang," jelasnya.
"Saya pun tidak yakin dengan keterangan dari tersangka. Lalu ada adik sepupu nya yang juga adik sepupu korban langsung menanyakan kepada An, apakah korban hamil, di sana semua keluarga yang hadir terkejut," sambung kakak sepupu korban.
Kakak sepupu korban menerangkan, adik sepupu korban ini akrab dengan korban sehingga mereka saling bercerita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Tragedi-Aborsi-di-Kepahiang.jpg)