Pembunuhan di Bengkulu Selatan

Fakta Baru Keponakan Bunuh Bibi di Bengkulu Selatan: Sebelumnya Tenggak Miras dan Samcodin

Fakta baru keponakan bunuh bibi di Bengkulu Selatan. Terungkap Ro (23) warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna dalam pengaruh miras.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Ro, keponakan bunuh bibi. Ro menghabisi nyawa bibi sendiri dengan cara membacok kepala sang bibi saat sedang tidur. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra


TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Fakta baru keponakan bunuh bibi di Bengkulu Selatan. Terungkap Ro (23) warga Desa Pagar Dewa Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu saat menghabisi nyawa sang bibi dalam pengaruh minuman keras.

RO sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan sang bibi kandung, Yusmawati (63) warga Desa Air Kemang Kecamatan Pino Raya.

Ro mengaku gelap mata menghabisi nyawa sang bibi karena dalam pengaruh minuman keras (miras).

Sebelumnya diberitakan, Yusmiwati menginap di sana karena hendak mengobati keponakannya yang sedang mengalami masalah kejiwaan. Yusmiwati juga dikenal sebagai paranormal.

Akibat perbuatannya itu RO dijerat dengan pasal pembunuhan 338 KUHP yang ancamannya kurungan penjara selama 15 tahun.

Ro saat ini sudah ditahan di Polres Bengkulu.

"Saya sebelumnya minum vodka dua botol dan obatan jenis samcodin sebelum kejadian. Saya gelap akibat pengaruh tersebut. Saya menyesal karena itu bukan hal sengaja yang dilakukan," kata Ro Kepada TribunBengkulu.com, Rabu (29/6/2022).

Sang bibi Yusmawati sendiri mendapatkan luka bacok di bagian kepala sebelah kanan sepanjang 6 cm. Korban dibacok saat sedang dalam posisi tidur menginap di rumah orang tua tersangka, Rabu dini hari (29/6/2022) sekitar pukul 02.39 WIB.

Akibat pendarahan dari luka bacok yang dilakukan keponakan, korban kehilangan banyak darah. Meskipun sempat mendapat penanganan di rumah sakit, namun nyawa korban sudah tidak tertolong.

Kanit Pidum Satreskrim Polres Bengkulu Selatan, Ipda. Novaldi Dewanda Baskara, S.Trk menjelaskan, keponakan korban Ro sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Untuk para saksi juga sudah dimintai keterangan. Begitupun dengan alat bukti sudah diamankan

"Alat bukti semunya sudah menujukan pelaku bersalah dan dengan sengaja menghabisi nyawa korban," jelas Novaldi.

Meskipun dilakukan dengan tidak sengaja akibat pengaruh minuman keras, namun perbuatan RO sudah memenuhi unsur pidana.

"Mau apa penyebabnya, pastinya ada hukum. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatanya," ungkap Novaldi.

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved