Harga Pupuk Sawit Bengkulu

Harga TBS Sawit Anjlok, Agen Pupuk Pertanian di Bengkulu Selatan Ikut Kena Imbas Sepi Pembeli

Salah satu agen pupuk pertanian di Bengkulu Selatan Fauzi Edy, mengaku ikut terdampak akibat masih anjloknya harga TBS Sawit saat ini.

Ahmad Sendy Kurniawan Putra/Tribunbengkulu.com
Salah satu agen pupuk pertanian di Bengkulu Selatan Fauzi Edy, mengaku ikut terdampak akibat masih anjloknya harga TBS Sawit saat ini, ketika diwawancarai TribunBengkulu.com, Rabu (10/8/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Anjloknya harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit, membuat imbas besar bagi petani sawit maupun agen pupuk dan pestisida di Kabupaten Bengkulu Selatan.

Salah satu agen pupuk pertanian di Bengkulu Selatan Fauzi Edy, mengaku ikut terdampak akibat masih anjloknya harga TBS Sawit saat ini.

Menurutnya, penurunan penjualan pestisida dan pupuk kimia sangat terasa saat ini.

Bahkan, penjualan dalam waktu satu bulan ini hanya terjual tiga sak (karung) pupuk saja.

"Sangat merasakan kami imbas TBS anjlok ini. Bulan ini hanya berapa karung pupuk yang terjual," kata Fauzi kepada TribunBengkulu.com, Rabu (10/8/2022).

Padahal sebelumnya 2-3 karung pupuk kimia subsidi atau non subsidi bisa terjual dalam sehari.

Baca juga: Harga CPO Naik, Harga TBS Sawit di Pabrik Seluma Stagnan, Tertinggi Rp 1.435 per Kilogram

Namun, kini harus berbulan-bulan baru laku dibeli oleh petani.

Harga pupuk kimia dan pestisida di Bengkulu Selatan kini, sudah menyentuh diangka satu juta jenis KCL Mahkota.

Sedangkan non subsidi sudah menginjak diangkan Rp 250 ribu.

Baca juga: Alokasi Pupuk Subsidi di 10 Kabupaten/Kota di Bengkulu 2022, Ini Cara Dapatkan Pupuk Subsidi

Salah satu penyebab berkurangnya penjualan pupuk kimia salah satunya banyak petani sawit bahkan petani lainnya di Bengkulu Selatan beralih menggunakan pupuk organik.

Dimana harganya sangat terjangkau dan juga mudah didapatkan.

Baca juga: Harga TBS Sawit di Bengkulu Tengah Naik Lagi Rp 50, Dampak Harga CPO Melonjak

Karena di Bengkulu Selatan sudah banyak masyarakat berbisnis ayam telur dan ayam potong.

Dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 16 ribu perkarung.

Para petani sudah bisa untuk melakukan pemupukan lahan perkebunan.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved