Sabtu, 25 April 2026

Kasus TB Bukan Aib, Segera Laporkan Bila Ada Indikasi

Kasus Tuberkulosis (TBC, atau sering disebut TB) di Bengkulu cukup tinggi berdasarkan data dari Konsorsium Penabulu Partnership Indonesia.

Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Hendrik Budiman
Jiafni Rismawarni/TribunBengkulu.com
Para Kader Program eliminasi TB, usai pembukaan Pelatihan penyelenggaraan Kader (BL 64) Program Eliminasi TBC SSR Kota Bengkulu tahun 2022, Jumat (19/8/2022) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kasus Tuberkulosis (TBC, atau sering disebut TB) di Bengkulu cukup tinggi berdasarkan data dari Konsorsium Penabulu Partnership Indonesia.

Bahkan, Provinsi Bengkulu menjadi sasaran bagi program eliminasi Tuberkulosis (TBC, atau sering disebut TB).

Ini disampaikan perwakilan Penabulu Partnership Indonesia tingkat Provinsi Bengkulu, Merly Yuanda saat pelatihan penyelenggaraan Kader (BL 64) Program Eliminasi TBC SSR Kota Bengkulu tahun 2022, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Fakta Baru Ibu-ibu di Bengkulu Selatan Buat Laporan Palsu, Sempat Beli Emas Palsu Untuk Tipu Suami

"Untuk menemukan kasus TB ini. Apalagi, di nasional kasus TB Bengkulu cukup tinggi. Bengkulu sendiri merupakan target untuk penanganan eliminasi TB, " kata Merly.

Menurutnya, untuk program eliminasi TB ini akan berfokus di dua area, yakni di Kota Bengkulu dan Rejang Lebong.

Untuk di Kota Bengkulu ini, pihaknya menggandeng Program Inklusi Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia( PKBI ) Bengkulu.

Baca juga: Adik Kandung Curi Motor dan Uang Kakak di Bengkulu, Ternyata untuk Belikan Hadiah Iphone Sang Pacar

Untuk, memberikan edukasi dan sosialisasi program penanganan eliminasi TB.

"Kita memang melibatkan teman teman komunitas dan kader. Yang benar-benar volunteer. Setiap area sasaran kita melibatkan 30 kader di setiap kabupaten Kota," jelasnya.

Sementara itu, Ketua PKBI Bengkulu Abdul Salim Ali Siregar menjelaskan, PKBI Bengkulu selaku Sub-sub Recipient (SSR) Kota Bengkulu melalui dukungan Konsorsium Komunitas Penabulu - STPI ini, akan melakukan peningkatan kapasitas para kader program eliminasi TB.

Baca juga: Dijatah Rp 792 Miliar Uang Baru, Simak Jadwal dan Cara Penukaran Uang Baru di Bengkulu

"Tujuan pertama itu, untuk peningkatan kapasitas, karena memang kader kita sebagai ujung tombak dalam program eliminasi TB di kota. Sehingga harus di refresh. Selalu di update agar tidak tertinggal, " kata Abdul.

Hal ini dikarenakan, dibutuhkan pembaruan informasi terkait bagaimana menjangkau pelayanan kasus kasus TB.

Serta untuk menciptakan strategi-strategi bersama, untuk meminimalisir kasus TB.

"Bagaimana untuk menemukan kasus, karena sampai hari ini penyakit TB, masih dianggap sebagian masyarakat sebagai sungkan, mempermalukan, bahkan aib, " tegasnya.

Baca juga: Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Diskominfotik Bengkulu Gelar Jalan Sehat dan Lomba Antar Karyawan

Apalagi,kata Abdul, dari pemerintah pusat telah menegaskan bahwa TB bisa disembuhkan.

Sekarang juga tidak dipungut biaya, sehingga harus dimanfaatkan bagi seseorang yang mengalami indikasi TB ini.

"Karena penularan TB ini lebih cepat dari pada penularan HIV. Karena dia melalui udara. Bisa air liur, bersin, batuk. Itu tadi TB masih dianggap kutukan, aib, dan mempermalukan, " jelasnya.

Ditambah, ini menjadi prioritas ditingkat masyarakat dengan alasan inilah, sehingga program ini diadakan.

"Untuk mempersiapkan kader-kader untuk menyosialisasikan ke masyarakat, untuk bisa mengakses layanan, kalau ada gejala-gejala yang berindikasi ke TB, " jelasnya.

Baca juga: 3 Tersangka Penusukan di Diskotik Cassablanca Dilimpahkan ke Kejaksaan, 1 Masih Buron

Disisi lain, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Sri Martiana menjelaskan dengan adanya penyegaran bagi kader kader eliminasi TB, diharapkan penemuan kasus baru TB itu ada.

"Atau setelah mereka kerja maksimal, ternyata tidak ada ya kita ucapkan alhamdulillah. Artinya Kota Bengkulu sudah bebas TB, " kata Martiana.

Ia berpesan bagi penderita TB yang di Kota Bengkulu, untuk meminum obat secara teratur. Serta sering memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Minum obat secara teratur tadi, artinya tidak boleh ketinggalan. Karena kalau ketinggalan, maka kita akan memulai 0 kembali. Harapan kami rajinnya ibu bapak penderita TB minum obat, kita harapkan TB Kota ini, bisa zero, " tukasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved