Pertamina Dukung Penuh Polda Bengkulu Berantas Mafia BBM Bersubsidi

Polda Bengkulu menyita sebanyak 1.000 liter BBM jenis Solar Subsidi yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat di wilayah Pulau Baai Kota Bengkulu

Editor: Hendrik Budiman
HO Pertamina
Situasi salah satu SPBU di Bengkulu. Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengapresiasi dan mendukung penuh langkah pengawasan dan tindakan yang dilaksanakan oleh Polda Bengkulu. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dalam rangka pengendalian BBM bersubsidi, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mengapresiasi dan mendukung penuh langkah pengawasan dan tindakan yang dilaksanakan oleh Polda Bengkulu.

Pasalnya, Polda Bengkulu beberapa waktu lalu berhasil menindak oknum penimbun Solar Subsidi diwilayah hukumnya.

Polda Bengkulu menyita sebanyak 1.000 liter BBM jenis Solar Subsidi yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat di wilayah Pulau Baai Kota Bengkulu.

Baca juga: BBM Subsidi Langka di Bengkulu Selatan, Polisi Sasar Kendaraan dengan Tangki Modifikasi

"Kami mengapresiasi penuh pihak kepolisian yang telah melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi," kata Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagsel, Tjahyo Nikho Indrawan, Senin (22/8/2022).

Dengan adanya penangkapan tersebut bisa membuat solar subsidi semakin tepat sasaran kedepannya.
 
"Mudah-mudahan dengan langkah ini dapat mencegah terjadinya modus serupa penimbunan Solar Subsidi, sehingga penyaluran Solar Subsidi bisa lebih tepat sasaran," tambah Nikho.

Baca juga: Buruh Harian di Bengkulu Jual Solar Subsidi ke Alat Berat, Polisi: Berpotensi Ada Tersangka Lain

Nikho mengatakan bahwa Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan Solar bersubsidi secara tepat sasaran.
 
Menurutnya, bahwa solar bersubsidi sesuai dengan Peraturan Presiden No. 191 Tahun 2014, pengguna yang berhak atas solar subsidi untuk sektor transportasi adalah kendaraan berplat hitam untuk mengangkut orang atau barang, kendaraan untuk layanan umum (ambulance, pemadam kebakaran, pengangkut sampah) dan kendaraan berplat kuning.

"Kendaraan yang masuk kategori berhak atas solar subsidi perlu memperlihatkan surat verifikasi dan rekomendasi dari SKPD terkait," ujarnya.

Baca juga: Pertamina Sayangkan Truk Angkut Batu Bara di Bengkulu Masih Gunakan BBM Solar Bersubsidi

 
Pertamina mencatat untuk wilayah Bengkulu, konsumsi BBM jenis Bio Solar Subsidi sudah menyentuh angka lebih dari 7 persen diatas proyeksi kuota BBM Bio Solar Subsidi untuk pertengahan bulan Agustus tahun 2022.

Dengan Rata-Rata Konsumsi Harian Mencapai 311 KL per hari.
 
Sedangkan untuk produk Pertalite sudah mencapai sekitar 32 persen dari diatas proyeksi kuota BBM Pertalite untuk pertengahan Agustus tahun 2022.

Dengan Rata-Rata Konsumsi Harian Mencapai 704 KL per hari.

Pertamina terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar penyaluran BBM subsidi dapat tepat sasaran.

"Kami terus berupaya agar distribusi tetap berjalan lancar, dengan menambah jam operasional Fuel Terminal BBM untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi dan mengoptimaliasi Awak Mobil Tangki agar lebih efektif," ungkapnya.

Baca juga: 4 SPBU di Bengkulu Ajukan Penangguhan Penjualan BBM Subsidi Jenis Solar, Alasannya Ini

 
BPH Migas juga telah mengatur mengenai maksimum pembelian BBM Solar subsidi per kendaraan per hari.

Adapun untuk transportasi darat, kendaraan pribadi plat hitam 60 liter per hari, angkutan umum orang atau barang roda 4 sebanyak 80 liter per hari sedangkan angkutan umum roda 6 atau lebih sebanyak 200 liter per hari.
 
"Berharap masyarakat bisa secara bijak membeli BBM, sesuai kebutuhan. Karena tidak perlu khawatir, distribusi BBM terus kita lakukan setiap harinya," jelasnya.

Pertamina menyediakan berbagai jenis BBM berkualitas sesuai spesifikasi kendaraan seperti Pertamax, Pertamax Turbo serta Pertamina Dex dan Dexlite.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Sosialisasikan Subsidi Tepat Bagi Masyarakat yang Berhak Terima BBM Subsidi

Agar BBM Subsidi dapat diterima oleh masyarakat yang berhak dan tidak dimanfaatkan oleh para penimbun BBM serta oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
 
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi.
 
Jika menemukan indikasi kecurangan masyarakat dapat segera melaporkan kepada aparat penegak hukum, atau melalui Pertamina Call Center (PCC) 135.

"Subsidi BBM yang sangat besar yang saat ini telah diberikan oleh negara, agar dapat betul-betul diterima oleh masyarakat yang berhak serta ekonomi lemah demi keberlangsungan bangsa dan negara," tutupnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved