Selasa, 2 Juni 2026

Eksploitasi Anak di Bengkulu

Satu Tersangka Perdagangan dan Eksploitasi Anak di Bengkulu Ternyata Sedang Hamil Diluar Nikah

Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau saat konferensi pers di Mapolres Bengkulu, Senin (3/10/2022).

Tayang:
Penulis: Suryadi Jaya | Editor: Hendrik Budiman
Suryadi Jaya/TribunBengkulu.com
Dua tersangka eksploitasi anak di Kota Bengkulu saat digiring salah satu petugas kepolisian, Senin (3/10/2022). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Suryadi Jaya

TRIBUNBENGKULU.COM, KOTA BENGKULU - Salah satu dari empat tersangka perdagangan dan eksploitasi anak dibawah umur di Kota Bengkulu ternyata sedang hamil dari hasil open BO melalui aplikasi MiChat.

Hal tersebut disampaikan Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau saat konferensi pers di Mapolres Bengkulu, Senin (3/10/2022).

"Dari 4 tersangka, ada satu tersangka yang sedang hamil, dan satu tersangka lagi sudah memiliki anak hasil dari hubungan melalui aplikasi MiChat," ujar Malau.

Kedua tersangka tersebut diketahui masih dibawah umur dengan inisial NAR (16) dan EL (16).

Namun pihak kepolisian menolak untuk menjelaskan lebih detail terkait kedua tersangka yang hamil dan memiliki anak tersebut.

"Satu tersangka anak dibawah umur itu diketahui telah memiliki anak yang lahir dari hasil open BOnya itu," kata Malau.

Kronologi Kejadian

Seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Bengkulu menjadi korban eksploitasi atau perdagangan manusia sejak, Rabu (21/9/2022) lalu.

Kasatreskrim Polres Bengkulu, AKP Welliwanto Malau menjelaskan, kejadian tersebut berawal saat korban CH (13) dijemput oleh 2 teman korban yakni MRA (15) dan IM di depan gang rumahnya.

Kemudian korban disetubuhi oleh MRA di Hotel Oasis yang berada di Kelurahan Lempuing Kecamatan Ratu Agung Kota Bengkulu.

Baca juga: Berawal Dijemput Pacar, Seorang Siswi SMP di Kota Bengkulu Berakhir Dijual di Aplikasi MiChat

Setelah satu pekan bersama MRA, korban kemudian bertemu dengan AZ di Hotel Pattaya Kota Bengkulu dan korban pun diminta melayani seorang laki-laki yang didapatkan melalui aplikasi MiChat.

Tak berhenti sampai disitu, korban pun ditawarkan oleh tersangka lainnya NAR (16) kepada dua orang lelaki hidung belang.

Selanjutnya, masih di Hotel Pattaya AR kembali menawarkan korban kepada lelaki lainnya.

Terakhir, EL (16) juga menawarkan korban kepada lelaki lainnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved