Sejarah Tugu Thomas Parr, Tragedi Mount Felix Terbunuhnya Residen Thomas Parr di Bengkulu

Dimana ada monumen bersejarah peninggalan Inggris sewaktu menjajah di Bengkulu yaitu monument tugu Thomas Parr atau Tugu Parr.

Editor: Hendrik Budiman
Hendrik Budiman/TribunBengkulu.com
Bangunan Tugu Thomas Parr di Kota Bengkulu. Tugu Thomas Parr merupakan bangunan sejarah peninggalan Inggris untuk mengenang sosok Thomas Parr yang terbunuh atas perlawanan masyarakat Bengkulu. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Indonesia memiliki banyak sekali monumen bersejarah salah satunya di Provinsi Bengkulu.

Dimana, ada monumen bersejarah peninggalan Inggris sewaktu menjajah di Bengkulu yaitu monument tugu Thomas Parr atau Tugu Parr.

Bangunan Tugu Thomas Parr sendiri terletak di jantung Kota Bengkulu.

Berjarak 100 meter dari bangunan benteng Malborough yang membuat tugu ini menjadi lokasi yang strategis bagi para wisatawan yang berkunjung.

Warga setempat biasanya menyebut tugu Thomas parr dengan sebutan 'Kuburan Bule' atau Kuburan Bulat.

Baca juga: Kampung Cina Bengkulu, Sejarah dan Asal Usul Etnis Cina di Bumi Rafflesia

Penyebutan itu dikarenakan monumen tersebut berbentuk lingkaran.

Namun, ketika Sir Thomas Stamford Raffles datang, penyebutan sempat diganti dengan 'Raffles Park' (Taman Raffles).

Luas monumen ini sekitar 70 meter persegi dan tinggi 13,5 meter.

Bangunan ini di buat pada tahun 1808 oleh pemerintahan Inggris sewaktu menjajah provinsi Bengkulu.

Bangunan ini juga dibuat oleh pemerintahan Inggris untuk memperingati kematian Residen (Gubernur) Thomas Parr yang tewas ditangan rakyat Bengkulu serta sebagai penghormatan sosok Thomas Parr.

Peristiwa Mount Felix

Dikutip dari Kompas.com Mount Felix adalah sebuah nama yang diberikan oleh orang Inggris untuk menyebut sebuah kawasan perbukitan yang terletak di sebelah utara, sekitar 25 kilometer dari pusat kota Bengkulu.

Sementara itu, masyarakat pribumi menyebutnya sebagai Bukit Palik.

Ketegangan sosial yang terjadi selama masa pemerintahan Walter Ewer (1800-1805) tampaknya terus berkelanjutan hingga masa penggantinya kepada Thomas Parr.

Halaman
123
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved