Sejarah Tugu Thomas Parr, Tragedi Mount Felix Terbunuhnya Residen Thomas Parr di Bengkulu

Dimana ada monumen bersejarah peninggalan Inggris sewaktu menjajah di Bengkulu yaitu monument tugu Thomas Parr atau Tugu Parr.

Editor: Hendrik Budiman
Hendrik Budiman/TribunBengkulu.com
Bangunan Tugu Thomas Parr di Kota Bengkulu. Tugu Thomas Parr merupakan bangunan sejarah peninggalan Inggris untuk mengenang sosok Thomas Parr yang terbunuh atas perlawanan masyarakat Bengkulu. 

Intervensi Thomas Parr terhadap kehidupan tradisional para kepala adat, terutama dalam hal peradilan pribumi, sering dilakukan tanpa meminta persetujuan dari para kepala adat.

Dengan demikian, tampak semakin kompleks ketegangan-ketegangan sosial selama masa pemerintahan Thomas Parr. Puncak dari segala ketegangan sosial itu adalah meletusnya pergolakan, pada tanggal 27 Desember 1807.

Thomas Parr dibunuh pada tanggal itu di kediamannya di Mount Felix yang berlokasi sekitar tiga mil sepanjang garis pantai dari Fort Marlborough.

Dia terbunuh oleh ratusan rakyat Bengkulu yang telah muak dengan tekanan penjajah saat itu.

Menurut sebuah sumber, Thomas Parr dimakamkam di daerah tertutup di Fort Marlborough, dengan pertimbangan, untuk menghindari perasaan marah dan juga dikhawatirkan akan digali dan dinajiskan oleh penduduk lokal.

Demikian juga dengan makam Charles Murray, sekretarisnya yang telah berusaha menyelamatkan Mr Parr, meninggal pada tanggal 7 Januari 1808.

Bagi pemerintah kolonial Inggris, bagaimanapun juga Thomas Parr tetap dianggap sebagai pahlawan karena jasa dan pengabdiannya.

Oleh karena itu, Pemerintah Inggris kemudian mendirikan sebuah monumen untuk mengenangnya.

Monumen tersebut dibangun di atas tanah yang berlokasi tidak jauh dari pusat Ibu Kota Bengkulu (sekitar 150 kaki) dari Fort Marlborough.

Di monumen yang didirikan tanggal 7 Januari 1808 itu terdapat prasasti yang berkaitan dengan peristiwa Mount Felix.

Orang-orang Inggris menyebut dengan nama Parr Monument, sedangkan kelompok elite pribumi Bengkulu menyebutnya sebagai Taman Raffles (Raffles Park).

Penduduk pribumi Bengkulu itu lebih akrab menyebutnya sebagai "kuburan bule".

Tugu Thomas Parr ini berdenah segi 8 dan memiliki tiang berbentuk bulat, bagian atas tugu memiliki atap yang berbentuk kubah.

Dua tiang yang menancap pada tugu membuat monumen ini kuat dan kokoh.

Bagian depan, sisi kanan dan kiri tugu ini adalah pintu masuk, bagian masuk tugu memliki lengkungan dan tak mempunyai daun pintu. Terdapat prasasti di salah satu tiang tugu ini.

Sekarang tugu Thomas Parr ditutup agar menjaga kelestariannya.

Dibagian belakang tugu ini di bangun pasar Barukoto yang tak jauh dari porles Bengkulu. (Yora Nika Iffada/MG7)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved