Rabu, 8 April 2026

Program Replanting Sawit di Desa Sukasari Seluma Bengkulu Diprotes, Ini Penyebabnya

Program Replanting di Desa Sukasari Seluma Bengkulu, Diprotes Anggota. Ini Penyebabnya!!

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono//Tribunbengkulu.com
Warga Desa Sukasari, Kecamatan Air Periukan yang tergabung dalam program Replanting Poktan Tetanam memprotes ketidaktransparanan pengurus dalam pengelolaan anggaran replanting, Rabu (1/3/2023) 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Program replanting Kelompok Tani Tetanam Desa Sukasari, Kecamatan Air Periukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu diprotes oleh anggota.

Protes ini lantaran tidak ada ketransparanan pengurus terhadap pengelolaan keuangan yang tidak pernah dilakukan musyawarah anggota terhadap program yang akan dilaksanakan.

"Tidak ada rapat anggota yang dilakukan pengurus, terhadap program yang akan dilaksanakan di kegiatan replanting ini," kata Toyib Sudaryono (53) salah seorang anggota replanting kepada Tribunbengkulu.com,  Rabu (1/3/2023).

Diceritakan Toyib, ada lima program yang dilaksanakan dalam replanting kebun kelapa sawit di Desa Sukasari ini.

Lima program tersebut yakni pematangan lahan, pengangkutan bibit, pemagaran, penanaman dan pemeliharaan.

Lima program ini semua ditiadakan, diganti dengan pembelian pupuk selama tiga tahun.

Baca juga: DPRD Seluma Bengkulu Warning TAPD Tak Kurangi Anggaran Pembangunan di Dinas PUPR

"Padahal di RAB jelas semua ada anggarannya. Tapi tanpa ada rapat, semua dirubah oleh pengurus. Anggaran tersebut semua dibelikan pupuk untuk tiga tahun. Kami tidak terima ini," jelasnya.

Lanjutnya akibat perubahan tanpa musyawarah atau rapat ini, masih banyak lahan yang belum tertanami.

Padahal lahan tersebut telah diratakan, sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan.

"Mungkin lebih dari lima hektar lahan yang belum ditanami ini. Termasuk lahan saya masih ada seperempat hektar lagi," katanya.

Senada juga disampaikan oleh Sukis (43), di dalam RAB semua kegiatan telah dianggarkan, seperti di pematangan lahan per hektarnya dianggarkan Rp 1,5 juta.

Pematangan lahan ini meliputi pembuatan lobang tanam,pengajiran, langsir bibit dan penanaman.

"Semua ini dihilangkan, diganti dengan pembelian pupuk untuk tiga tahun tersebut," terangnya.

Termasuk biaya pemagaran ucapnya sebelumnya ada anggaran yang dialokasikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved