Selasa, 14 April 2026

Banjir di Bengkulu

Jembatan Rp16 Miliar di Seluma Jebol Usai 2 Bulan Diresmikan Gubernur Helmi

Dua Bulan Diresmikan, Jembatan Rp 16 Miliar Milik Pemprov Bengkulu di Seluma Jebol Diterjang Banjir

Penulis: Yayan Hartono | Editor: Hendrik Budiman
Yayan Hartono/Tribunbengkulu.com/Yayan Hartono
JEBOL: Inilah Jembatan Matan di perbatasan Desa Pasar Seluma-Desa Rawa Indah jebol diterjang banjir Minggu malam (5/4/2026). Jebolnya jembatan ini membuat kecewa masyarakat, sebab pembangunan jembatan ini menghabiskan anggaran Rp 16 Miliar tahun 2025 lalu 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Bengkulu telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 16 Miliar untuk membangun Jembatan Matan ini. 
  • Akibat jebolnya lantai jembatan ini sudah sangat rawan jika dilewati oleh truk pengangkut material.
  • Sebab kontruksi lantai jembatan tidak menggunakan besi, hanya mengandalkan ketebalan beton. 

Laporan Reporter Tribunbengkulu.com, Yayan Hartono

TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA- Jembatan Matan di perbatasan Desa Pasar Seluma Kecamatan Seluma Selatan dengan Desa Rawa Indah Kecamatan Ilir Talo jebol diterjang banjir, Minggu malam 5 April 2026.

Jebolnya Jembatan ini sangat disayangkan oleh masyarakat.

Sebab jembatan milik Pemerintah Provinsi Bengkulu ini baru 2 bulan diresmikan oleh Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan pada 6 Februari 2026 lalu. 

Andi Wijayah, warga Desa Rawa Indah mengatakan jebolnya jembatan ini harus dipertanyakan dan ditindaklanjuti.

Sebab Pemprov Bengkulu telah mengucurkan anggaran sebesar Rp 16 Miliar untuk membangun Jembatan Matan ini. 

"Kami minta pak gubernur turun melihat Jembatan Matan ini. Bukan sedikit anggaran Rp 16 Miliar itu pak Gubernur, masa baru diterjang banjir sedikit sudah jebol," ucap Andi Wijayah dikonfirmasi Tribunbengkulu.com, Selasa 7 April 2026.

Baca juga: Apresiasi Masyarakat Jembatan Matan Seluma Tuntas Dibangun

Andi Wijayah mengatakan dirinya datang langsung melihat kondisi Jembatan Matan ini.

Lantai jembatan sepanjang hampir 10 meter jebol dan patah. 

"Dari beton yang patah ini jelas terlihat tidak ada besi sedikit pun. Jadi kami anggap pekerjaan jembatan ini asal jadi, kinerja kontraktornya perlu dipertanyakan," kata Andi. 

Akibat jebolnya lantai jembatan ini sudah sangat rawan jika dilewati oleh truk pengangkut material.

Sebab kontruksi lantai jembatan tidak menggunakan besi, hanya mengandalkan ketebalan beton. 

"Sopir truk kami himbau waspada, kalau bisa jangan dulu lewati Jembatan Matan ini. Sebab melihat lantai yang jebol, tidak ada besinya. Hanya mengandalkan kekuatan beton dan tanah timbunan," ujar Andi. 

Masyarakat khususnya Desa Rawa Indah dan desa lain di Kecamatan Ilir Talo sangat kecewa dengan jebolnya Jembatan Matan ini kata Andi. Sebab sudah lama masyarakat mengharapkan jembatan ini dibangun, jebol dengan banjir semalam. 

"Jika melihat anggarannya, tidak mungkin diterjang banjir sedikit sudah jebol. Jujur kami masyarakat sangat kecewa, kami harap pak gubernur tidak diam. Kontraktor harus bertanggungjawab jebolnya Jembatan Matan ini," sampai Andi Wijayah. 

Sumber: Tribun Bengkulu
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved