Berita Kaur
9 Tahun Diusulkan Tapi Jalan Rusak di Kaur Tak Pernah Diperbaiki, Warga Sakit Dievakuasi Pakai Peti
Derita warga Desa Tanjungan Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, 9 tahun harus rasakan buruknya akses jalan menuju desa.
Penulis: Ahmad Sendy Kurniawan Putra | Editor: M Arif Hidayat
Laporan Reporter TribunBengkulu.Com, Ahmad Sendy Kurniawan Putra
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Pemerataan pembangunan yang digaungkan Pemerintah Kabupaten Kaur wajar dipertanyakan.
Sebab, rusaknya jalan di Desa Tanjungan Aur Kecamatan Maje Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, terkesan tidak diperhatikan Pemkab Kaur.
Hingga membuat Jariyah (70), yang mengalami sakit terpaksa dievakuasi ke dalam peti kayu dan diangkut menggunakan sepeda motor lantaran kendaraan roda empat tidak bisa melintasi jalan itu.
Sudah 9 tahun lebih jalan tersebut diusulkan melalui forum musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) mulai dari tingkat desa, kecamatan dan kabupaten. Namun tidak pernah terealisasikan.
Kepala Desa Tanjung Aur, Supriyadi mengaku pihaknya sudah bingung apalagi yang harus dilakukan agar jalan rusak di desa mereka bisa diperbaiki dan dibangun seperti jalan di desa lain di Kaur ini.
Sebab setiap tahun jalan sepanjang 15 kilometer itu diusulkan namun tidak pernah diperhatikan untuk direalisasikan.
Kondisinya saat ini sangat memperihatinkan bahkan sangat sulit dilewati menggunakan kendaraan roda empat.
"Setiap musrenbang selalu kita usulkan. Usulan tersebut selalu paling kencang kita bunyikan. Bahkan, tidak banyak usalan kita setiap acara musrenbang kecamatan hanya satu perbaikan jalan sepanjang 15 kilo meter tersebut. Usulan tersebut terus dilakukan sejak tahun 2015 lalu. Tapi, nyatanya sampai dengam sekarang belum juga mendapatkan perhatian serius," jelas Kades.
Ditambah Supriyadi, terakhir dilakukan pembangunan hotmix pada tahun 2013 yang lalu. Pembangunan tersebut hanya dilakukan sepanjang 2 kilo meter dari jalan utama Kecamatan Maje.
"2 kilo sudah lama di hotmix. Kalau tidak salah tahun 2013 yang lalu. Kami sangat berharap 15 kilometer lagi dilakukan pembangunan," kata Kades.
Sementara, dari 15 kilometer jalan ini belum sama sekali tersentuh pembangunan sejak dibuka oleh pemerintah dulu.
"Belum sama sekali mendapatkan sentuhan. Jalan sangat buruk, karena hanya tanah yang berlumpur jika hujan. Memang, jika tidak turun hujan jalan tersebut bisa dilewati kendaraan roda empat yang juga sudah dilakukan modifikasi," pungkas Supriyadi.
Warga yang tingal di Desa Tanjung Aur tercatat berjumlah 100 Kepala Keluarga (KK).
"100 kalau jumlah KK di desa kami (Tanjung Aur, red)," ungkap Kades.
Setiap turun hujan, warga harus berhati-hati jika ingin melintasi jalan tersebut. Selain medannya terjal juga ekstrim.
"Harus bertarung dengan nyawa jika hujan sudah turun kita melawati jalan tersebut," tutup Supriyadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/K-Jariyah.jpg)