Sabtu, 11 April 2026

Sejarah Islam

Kemunculan dan Perkembangan Dinasti Bani Umayyah Dalam Sejarah Islam

Dinasti Bani Umayyah adalah Kekhalifahan Islam yang muncul setelah periode Kekhalifahan Rasyidin dalam sejarah Islam.

|
Creative Commons
Dinasti Bani Ummayah adalah Kekhalifahan Islam terbesar sepanjang sejarah Islam. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Dinasti Bani Umayyah adalah Kekhalifahan Islam yang muncul setelah periode Kekhalifahan Rasyidin dalam sejarah Islam.

Setelah kepemimpinan Ali bin Abi Thalib sebagai khulafaur rasyidin terakhir, Dinasti Bani Umayyah muncul sebagai menggantikan Kekhalifahan Rasyidin.

Periode ini dianggap ahli sejarah Islam sebagai periode kedua dalam Kekhalifahan Islam.

Sebenarnya ketika Ali bin Abi Thalib masih berkuasa, pemimpin Dinasti Bani Umayyah nantinya, yaitu Muawiyah telah dengan terang-terangan menantang otoritas Ali bin Abi Thalib atas dasar moral.

Muawiyah adalah sepupu Utsman bin Affan dan kepala klan Umayyah, ia ingin membalas dendam atas pembunuhan Utsman bin Affan yang merpakan pendahulu khalifah Ali bin Abi Thalib.

Dengan menggunakan kematian tragis sepupunya untuk menyebarkan agendanya, dia berhasil memperkuat kekuasaannya.

Setelah kematian Ali, satu-satunya pesaing Muawiya (memerintah 661-680 M) adalah putra sulung Ali, Hasan, yang turun tahta demi kepentingan Muawiya dengan imbalan pensiun yang tinggi.

Tahun 661 M menandai dimulainya resmi pemerintahan Dinasti Bani Umayyah dengan Muawiya sebagai khalifah pertama dan Damaskus sebagai ibu kota baru.

Baca juga: Definisi Kekhalifahan Islam dan 4 Periodenya dalam Sejarah Islam

Kekuasaan dialihkan dari Irak ke Suriah, dan Madinah tidak akan pernah mendapatkan kembali prestise politik seperti dulu.

Masa pemerintahannya selama 20 tahun merupakan masa paling stabil bagi umat (komunitas Muslim) sejak wafatnya Umar.

Menjelang akhir hayatnya, Muawiyah menunjuk putranya Yezid (memerintah 680-683 M) sebagai penggantinya.

Namun hal ini menimbulkan banyak perlawanan, terutama dari putra bungsu Ali, Hussayn, yang terbunuh (dianggap syahid oleh Sunni dan Syiah) beserta pasukannya.

Hussayn gugur bersama sebagian besar anggota keluarganya, oleh pasukan Yezid pada Pertempuran Karbala pada tahun 680 M.

Khalifah Abd al-Malik (memerintah 685-705 M) mendorong sentralisasi di kekhalifahan Islam dan meningkatkan status bahasa Arab, menjadikannya lingua franca kekhalifahan Islam.

Pada masa pemerintahannya Tunis juga ditaklukkan (pada tahun 693 M), penduduk Berber setempat menerima Islam dan pada waktunya akan memperluas batas-batas Kekhalifahan Islam ke Semenanjung Iberia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved