Senin, 13 April 2026

Sejarah Islam

Sejarah Islam: Pergulatan Abu Bakar Ash Shiddiq Setelah Kematian Nabi Muhammad SAW

Abu Bakar Ash Shiddiq adalah Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam, Abu Bakar Ash Shiddiq mengalami pergulatan hebat ketika Nabi Muhammad wafat.

|
Creative Commons
Kaligrafi Abu Bakar Ash Shiddiq, Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Abu Bakar Ash Shiddiq adalah Khalifah Islam pertama dalam sejarah Islam, Abu Bakar Ash Shiddiq mengalami pergulatan hebat ketika Nabi Muhammad SAW wafat pada tahun 632.

Ketika Nabi Muhammad SAW wafat, umat Islam berada dalam kondisi shock.

Beberapa bahkan menolak untuk percaya bahwa Nabi Muhammad telah tiada, menurut catatan World History Encyclopedia.

Jika bukan karena karena telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad semasa hidupnya, orang-orang mungkin akan memujanya sebagai sosok tuhan.

Namun Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan dengan jelas bahwa dia juga seorang manusia dan terikat oleh hukum alam.

Namun, manusia masih kesulitan menghadapi kenyataan bahwa mereka tidak akan dibimbing oleh wahyu ilahi lagi.

Seperti ketika Nabi Muhammad SAW masih hidup yang menerima wahyu langsung dari Allah dan tidak ada orang lain yang dapat melakukannya lagi.

Abu Bakar adalah salah satu orang terdekat Nabi Muhammad SAW dan ia mengalami pergulatan hebat setelah itu.

Baca juga: Sejarah Islam: Ketika Ali bin Abi Thalib Dianggap Lebih Pantas Dari Abu Bakar ash Shiddiq

Abu Bakar kemudian mengumpulkan umat Muslim, dia kemudian berbicara di depan umat muslim yang telah berkumpul, menurut Syed Ameer Ali dalam A Short History of the Saracens, Abu Bakar ash Shiddiq mengatakan:

"Mussulman (Muslim), jika Anda memuja Muhammad, ketahuilah bahwa Muhammad telah mati; jika Tuhan yang kamu puja, ketahuilah bahwa Dia hidup, Dia tidak pernah mati."

Tentu umat Muslim jangan melupakan ayat Al-Quran berikut ini, "Muhammad hanyalah seorang manusia yang diberi tugas; sebelum dia ada orang-orang yang menerima misi surgawi dan meninggal."

Atau ayat ini. "Engkau juga, Muhammad, akan mati sebagaimana orang lain telah mati sebelum engkau."

Masalah lainnya, yang lebih praktis, adalah bahwa Nabi Muhammad SAW tidak memberikan indikasi yang jelas mengenai siapa yang harus menggantikannya.

Sementara itu, dari sekian banyak sahabat Nabi Muhammad, salah satu tokoh terkemuka dari marga Banu Adi adalah Umar bin Khattab (memerintah 584-644 M).

Umar juga adalah seorang mualaf awal dan mungkin salah satu orang yang paling berani di seluruh masyarakat Arab ketika itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved