Pemilu 2024

KPU Gandeng BPJS Jamin Kesehatan 4.095 KPPS di Mukomuko

KPU Mukomuko akan bertemu BPJS Kesehatan terkait jaminan kesehatan 4.095 KPPS yang telah dilantik beberapa waktu lalu.

Panji Destama/ Tribunbengkulu.com
Anggota KPPS di Kabupaten Mukomuko saat membuat kotak suara, mengeluarkan logistik pemilu dengan disaksikan saksi-saksi dari peserta pemilu saat Simulasi Pemungutan dan Perhitungan suara di TPS, pada Rabu (31/1/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Sebanyak 4.095 Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Mukomuko akan ditanggung jaminan kesehatannya. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mukomuko, Deny Setiabudi pihaknya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS).

"InsyaAllah Besok akan bertemu dengan pihak BPJS, terkait jaminan kesehatan mereka (KPPS)," ungkap Deny saat diwawancarai oleh TribunBengkulu.com, pada Rabu (31/1/2024). 

Deny menjelaskan, pihaknya akan bertemu dengan pihak BPJS kesehatan nantinya, guna membahas jaminan kesehatan tersebut. 

Baik nanti membahas mekanisme yang harus dipenuhi oleh KPU untuk menjamin kesehatan KPPS

"Kita bertemu nanti dengan BPJS itu membahas mekanismenya," tutur Deny. 

Baca juga: KPPS di Mukomuko Diminta Kreatif Dekor TPS Guna Tingkatkan Partisipasi Pemilih saat Pemilu 2024

Jaminan kesehatan ini, lanjut Deny bukan hanya untuk KPPS, namun untuk seluruh penyelenggara pemilu 2024.

Nanti saat selesainya Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024, seluruh penyelenggara pemilu 2024 ini sehat semua. 

"Jaminan kesehatan ini, tujuannya jangan sampai ada yang tidak sehat atau sakit setelah selesainya penyelenggaraan Pemilu 2024 pada 14 Februari 2024," jelas Deny. 

Selain itu, KPU Mukomuko juga akan mengusulkan nama-nama dari 4.095 KPPS ini, ke Pemerintah Daerah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Mukomuko, termasuk penyelenggara pemilu lainnya. 

Deny juga menjelaskan, pihaknya berupaya agar kejadian 2019 lalu, tidak terulang kembali dimana ada penyelenggara pemilu jatuh sakit dan pingsan saat melaksanakan tugas kepemiluan. 

"Intinya kami masih menunggu teknisnya seperti apa, untuk jaminan kesehatan, dan jaminan kesehatan ini, untuk seluruh penyelenggara Pemilu," tutup Deny. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved