Minggu, 3 Mei 2026

Berita Mukomuko

Heboh Penampakan Harimau di Mukomuko, BKSDA Terjunkan Tim dan 1 Mobil Patroli

Penampakan Harimau Sumatera yang Viral di Mukomuko, BKSDA Bengkulu turunkan 5 orang tim untuk melakukan pemeriksaan harimau tersebut.

Tayang:
HO Tribunbengkulu.com/ Masky Kyend
Viral Postingan yang diduga Harimau Sumatera di Perkebunan Kelapa sawit di Kecamatan Malindeman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, mengirimkan tim pencarian jejak harimau di Kecamatan Malindeman, Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Sebelumnya, Viral sebuah postingan penampakan yang diduga harimau sumatera di akun media sosial Facebook.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari menjelaskan, laporan terkait dugaan penampakan harimau sumatera yang viral tersebut, pihaknya telah menerjunkan tim pencarian jejak harimau tersebut.

“Laporannya sudah kami terima sore kemarin, kami terjunkan 5 orang dengan 1 mobil patroli ke lokasi di PT Alno, Kecamatan Malin Deman,” ungkap Said, saat dikonfirmasi pada Jumat (8/3/2024).

Baca juga: Viral Postingan Facebook Penampakan Harimau di Mukomuko, Ini Penjelasan BKSDA Bengkulu

Said menjelaskan pengecekan keberadaan harimau sumatera tersebut, terkait gangguan sepertia apa yang terjadi di sana.

Kemungkinan, menurut Said harimau sumatera tersebut hanya melintas di sekitar kawasan PT Alno, Kecamatan Malindeman, Kabupaten Mukomuko.

“Kita lakukan pengecekan itu untuk memastikan harimau sumatera itu hanya mlintas tidak permanen menunggu di kebun kelapa sawit PT Alno, rencana hari ini tim sudah dilokasi,” tutup Said.

Viral Penampakan Harimau

Viral sebuah postingan di media sosial Facebook, terkait penampakan yang diduga seekor harimau di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Postingan tersebut pertamakli diposting oleh akun media sosial facebook Masky Kyend dengan deskripsi ‘hati-hati buat kawan-kawan semua kucing kuning sudah mulai berkeliaran di lahan divisi 2 blok K dan H tidak jauh dari perumahan karyawan PT Alno Air Ikan’.

Diketahui perumahan karyawan PT Alno Air Ikan sendiri berada di antara Desa Serami baru dan Desa Lubuk Talang di Kecamatan Malindeman, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Postingan tersebut telah dibagikan 298 Kali, dan mendapatkan like sebanyak 137 dan 123 komentar di media sosial facebook.

Salah satu akun Facebook mengomentari postingan tersebut, dalam komentarnya.

“Mungkin dia sudah mulai kesulitan cari makan...kelaparan!!

Hati2 buat orang yg di pemungkiamn sana..jangan di ganggu kalau ngk mau di ganggu????,” tulis Akun Facebook Abdul Malik Rzky dalam kolom komentar.

Sementara itu, dari keterangan Kepala Desa Lubuk Talang, Siswadi menjelaskan, pihaknya belum mendapatkan laporan dari masyarakat terkait postingan tersebut.

“Informasinya belum jelas terkait postingan yang diduga seekor harimau itu,” ungkap Siswadi, Kamis (7/3/2024).

Disisi lain, TribunBengkulu.com juga mengkonfirmasi ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, terkait postingan di facebook tersebut.

Kepala Resor KSDA Mukomuko, Rasidin, pihaknya hingga kini belum mendapatkan informasi ataupun laporan tentang keberadaan harimau tersebut.

“Sejauh ini belum ada laporan ataupun Informasi tentang harimau yang berada di Kecamatan Malindeman,” jelas Rasidin.

Pihaknya meminta masyarakat untuk tetap tenang terkait postingan yang diduga harimau tersebut, ia juga menghimbau masyarakat untuk berhati-hati saat sedang berkebun.

Ia meminta, jika sedang melakukan aktivitas kebun, masyarakat diminta untuk berkelompok, Masyarakat disarankan tidak beraktivitas di kebun pada saat jam-jam harimau sedang agresif pada sore hingga pagi hari, yakni sejak pukul 15.00 hingga keesokan paginya pukul 10.00.

“Kalau pun nanti masyarakat bertemu dengan Harimau, warga diimbau tidak berjalan membalakangi hewan buas itu. Warga yang pergi ke kebun juga disarankan memakai topi terbalik atau topi menghadap ke arah belakang,” 

”Karena secara insting alami harimau sumatera itu selalu menerkam mangsanya dari belakang atau bagian tengkuk leher. Dengan kita memakai topi terbalik, harimau sumatera menyangka kita sedang berhadapan dengannya, warga juga diminta untuk berjalan mundur jika berhadapan dengan harimau sumatera,” tutup Rasidin.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved