Pusat Data Nasional Diretas Setelah Jokowi Deklarasi Perang Judi Online
Pusat Data Nasional (PDN) diretas, mengalami serangan siber Ransomware dan lumpuh beberapa hari terakhir.
TRIBUNBENGKULU.COM - Pusat Data Nasional (PDN) diretas, mengalami serangan siber Ransomware dan lumpuh beberapa hari terakhir.
Hal itu terjadi beberapa hari setelah Presiden Jokowi mendeklarasi perang melawan judi online pada Rabu, 12 Juni 2024.
Kini muncul dugaan bahwa serang tersebut berkaitan dengan deklarasi perang Presiden Jokowi melawan judi online.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi menyatakan pemerintah akan mulai serius memerangi judi online.
“Satgas judi online juga sebentar lagi akan selesai dibentuk yang harapan kita dapat mempercepat pemberantasan judi online,” ujar Presiden Jokowi, seperti dikutip TribunBengkulu dari laman Presiden RI, Selasa, 25 Juni 2024.
residen Joko Widodo secara tegas menyuarakan larangan dan bahaya judi daring atau online. Dalam penegasannya, Presiden mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam perjudian baik secara offline maupun online.
“Jangan judi.. Jangan judi.. Jangan berjudi.. baik secara offline maupun online. Lebih baik kalau ada rezeki, ada uang itu ditabung atau dijadikan modal usaha,” tegas Presiden dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden pada Rabu, 12 Juni 2024.
Presiden juga menyoroti dampak negatif yang ditimbulkan akibat praktik judi. Mulai dari kehilangan harta benda, perpecahan keluarga, hingga meningkatnya tindakan kejahatan dan kekerasan yang terjadi di masyarakat.
“Judi itu bukan hanya mempertaruhkan uang, bukan hanya sekedar gim iseng-iseng berhadiah. Tapi judi itu mempertaruhkan masa depan, baik masa depan diri sendiri, masa depan keluarga, dan masa depan anak-anak kita,” ungkap Presiden.
Oleh sebab itu, Kepala Negara menegaskan bahwa pemerintah terus secara serius melakukan upaya pemberantasan dan memerangi perjudian online. Menurut Presiden, saat ini sudah lebih dari 2,1 juta situs judi online yang telah ditutup oleh pemerintah, selain pembentukan satgas.
Wapres Ma'ruf Amin Minta Investigasi
Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin meminta investigasi terus dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
“Yang diutamakan kita itu mengembalikan, menormalkan keadaan. Alhamdulillah sekarang sudah normal. Sebabnya apa yang terjadi itu sedang dilakukan [investigasi] oleh Kominfo dan juga oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan dari pihak keamanan sedang mencari sebabnya,” ungkap Wapres.
Agar kejadian tersebut tidak terulang, lanjut Wapres, pemerintah terus melakukan langkah antisipasi demi melindungi data negara dan masyarakat, serta segala pelayanan publik yang terafiliasi.
“Memang kejadian ini selalu terjadi, di dunia ini selalu terjadi. Oleh karena itu, kita akan memperkuat untuk melindungi kerahasiaan negara, masyarakat, dan juga pelayanan publik jangan sampai terganggu,” tegasnya.
| Joko Widodo Siap Tunjukkan Ijazah Asli, Penuhi Permintaan Jusuf Kalla: Ya Secepat-cepatnya |
|
|---|
| Pihak Roy Suryo Sebut Ada Pihak Baru Bakal Laporkan Rismon Sianipar Singgung soal Pengkhianat |
|
|---|
| Dukung Jusuf Kalla Laporkan Rismon, Roy Suryo Bantah Terima Dana Rp5 M di Kasus Ijazah Jokowi |
|
|---|
| 'Tinggal Kasih Lihat Ijazah Selesai' Jusuf Kalla Soroti Kasus Ijazah Jokowi yang Resahkan Masyarakat |
|
|---|
| Jawaban Jusuf Kalla Usai Rismon Sebut Video AI ' itu tidak ada artinya untuk saya' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Mencuat-dugaan-bahwa-serangan-berkaitan-dengan-deklarasi-perang-Presiden-Jokowi-melawan-judi-online.jpg)