Kamis, 14 Mei 2026

Pusat Data Nasional Diretas Setelah Jokowi Deklarasi Perang Judi Online

Pusat Data Nasional (PDN) diretas, mengalami serangan siber Ransomware dan lumpuh beberapa hari terakhir.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Presiden RI
Mencuat dugaan bahwa serangan tersebut berkaitan dengan deklarasi perang Presiden Jokowi melawan judi online. 

“Perlu kami sampaikan bahwa insiden pusat data sementara ini adalah serangan siber dalam bentuk ransomware dengan nama brain cipher ransomware,” ujar Hinsa, Senin (24/6/2024).

Menurut Hinsa, brain cipher ransomware adalah ransomware jenis terbaru dalam serangan siber. Serangan yang dilakukan itu menginfeksi server PDN dan mengenkripsi data-data di dalamnya.

Pihak peretas pun diketahui meminta tebusan sebesar 8 juta dollar AS kepada pemerintah agar data yang terenkripsi tersebut dipulihkan. Meski begitu, pemerintah tidak langsung mengamini permintaan tersebut.

Tim gabungan BSSN, Kemenkominfo dan Polri tengah menginvestigasi penyerangan ini. Bersamaan dengan itu, tim gabungan juga berupaya mengatasi dampak dari serangan siber tersebut, sekaligus memulihkan gangguan layanan publik yang terjadi.

“Upaya-upaya ke sana sudah kami rumuskan dan kami diskusikan tadi, sehingga diharapkan bisa dengan cepat masalah ini, kejadian ini bisa diatasi dengan baik,” kata Hinsa. (**)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved