Kamis, 16 April 2026

2 Bocah Hanyut di Mukomuko

Duka Keluarga Korban Hanyut di Mukomuko, Momen Haru hingga Diwarnai Isak Tangis

Momen haru keluarga korban tenggelam di Muara Telaga Biru Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
Ibu korban Rafki saat menangis menunggu kabar pencarian anak bungsunya yang hilang usai hanyut di Muara Telaga Biru Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, Rabu (10/7/2024). 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Momen haru keluarga korban tenggelam di Muara Telaga Biru Kecamatan Air Dikit Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu.

Kedua keluarga korban hadir dalam pencarian anak mereka. Raut wajah sedih terlihat berharap korban hilang Rafki (13) dan Abi (13) warga Perumahan Agro Desa Terutung Kecamatan Teras Terunjam segera ditemukan.

Ibu dari korban Rafki bahkan terisak tak bisa menahan tanggis, hingga Wakil Bupati Mukomuko Wasri yang turun ke lokasi korban hanyut membantu menenangkan ibu korban.

Tangisan ibu korban bahkan membuat keluarga yang lainnya ikut menangis. Sesekali Wasri memberikan air mineral ke ibu korban agar tenang.

“Tim pencarian sedang berusaha melakukan pencarian, kita berharap semoga korban segera ditemukan,” ungkap Wasri saat diwawancara, Rabu (10/7/2024).

Sementara itu, ayah korban hanyut Rafki yakni Abdurrasyid (48) hanya termenung menunggu kabar dari tim pencarian gabungan.

Ia bersama dengan keluarga lainnya duduk di atas terpal milik Dinas Sosial. Hanya termenung setelah mendengar buah hatinya tenggelam di Muara Telaga Biru.

Ketika mendapat kabar sang anak tenggel, Abdurrasyid atau yang akrab disapa Rasyid sedang bekerja di pabrik sawit seperti biasanya.

“Awal kejadian tadi dapat info dari teman dari media juga, ada orang tenggelam, namun teman saya belum bisa memastikan itu anak saya yang tenggelam. Tak berselang lama dapat kabar lagi dan langsung ke sini,” ungkap Rasyid sembari menahan tangis di matanya yang memerah, Rabu (10/7/2024).

Rasyid menjelaskan, saat ini anak bungsunya sedang libur sekolah setelah naik kelas 11 SMP.

Ia tak tak pernah menyangka akan kehilangan sang anak begitu cepat. Sang anak dikenal pendiam dan penurut ini, tak pernah membuat ulah yang mengkhawatirkan orang tua.

“Anak saya ini penurut karena dia ini anak bungsu, pendiam juga dia, ngak pernah buat ulah yang mengkhawatirkan orang tua,” ungkap Rasyid.

Anaknya Rafki ini tidak bisa mengendarai sepeda motor sehingga saat libur sekolah ini biasanya ia bermain bersama teman-temannya.

Terkadang Rafki dijemput temannya dengan sepeda motor untuk bermain. Ia sendiri tak pernah menaruh curiga dengan korban karena korban dikenal anak yang penurut.

“Kalau libur sekolah ini, korban biasa main sama temannya, dijemput pakai sepeda motor, kami tak menaruh curiga apapun karena dia (Rafki, red) anak yang pendiam,” ucap Rasyid.

Baca juga: Kronologi 2 Bocah Hilang Usai Hanyut di Muara Telaga Biru Mukomuko, Terseret Ombak-Sempat Ditolong

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved