BPS Sebut Nilai Ekspor Bengkulu Turun 73,31 Persen di Mei 2024, Ada Batubara-Lintah
Nilai ekspor Provinsi Bengkulu Mei 2024 mengalami penurunan mencapai 73,31 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Penulis: Jiafni Rismawarni | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Jiafni Rismawarni
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Nilai ekspor Provinsi Bengkulu Mei 2024 mengalami penurunan mencapai 73,31 persen bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Angka ini diketahui dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu mencatat total ekspor Provinsi Bengkulu bulan Mei 2024 mencapai nilai sebesar US$ 9,31 juta.
"Jika dibandingkan dengan bulan April 2024. Nilai total ekspor ini mengalami penurunan 40,25 persen sebesar US$ 15,58 juta," kata Kepala BPS Provinsi Bengkulu Win Rizal.
Kemudian, jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan yang sama di tahun 2023. Maka, nilai ekspor Provinsi Bengkulu pada Mei 2024 turun sebesar 73,31 persen.
"Nilai ekspor pada Mei 2023 tercatat sebesar US$ 334,88 juta," jelas Win.
Ia menjelaskan komoditas yang diekspor Provinsi Bengkulu pada bulan Mei 2024 meliputi batubara sebesar US$ 7,69 juta (82,56 persen), karet sebesar US$ 1,43 juta (15,31 persen), lintah sebesar US$ 6,21 ribu (0,07 persen), dan komoditas lainnya sebesar US$ 0,19 juta (2,06 persen).
Pihaknya menilai penurunan ekspor ini dikarenakan ekspor komoditas batubara turun hingga sebesar 46,30 persen.
Sedangkan ekspor karet mengalami kenaikan sebesar 26,47 persen, ekspor lintah naik sebesar 240,24 persen, dan komoditas lainnya naik sebesar 38,53 persen.
Kemudian sisi neraca perdagangan, Provinsi Bengkulu bulan Mei 2024 mengalami surplus sebesar US$ 9,31 juta.
Sementara neraca perdagangan Provinsi Bengkulu bulan Mei 2023 mengalami surplus sebesar US$ 34,88 juta.
Pada periode Mei 2022 - Mei 2024, neraca perdagangan tertinggi terjadi pada bulan April 2022 yaitu surplus sebesar US$ 42,18 juta.
Lalu, Oktober 2022 yang tercatat surplus US$ 35,06 juta dan bulan Mei 2023 yang tercatat surplus US$ 34,88 juta.
"Untuk neraca perdagangan terendah terjadi pada bulan Januari 2022 yang tercatat mengalami surplus mencapai US$ 4,42 juta," jelas Win Rizal.
Sehingga bila dibandingkan dengan Mei 2023, neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada bulan Mei 2024 mengalami penurunan sebesar sebesar 73,31 persen.
Lalu, apabila dibandingkan dengan Mei 2022 yang tercatat surplus US$ 31,03 juta, neraca perdagangan Provinsi Bengkulu pada Mei 2024 mengalami penurunan sebesar 70,00 persen.
Baca juga: Serapan DAK Fisik Provinsi Bengkulu Masih Minim, Baru 10,6 Persen
| Kasus Suap dan Gratifikasi Tambang Bengkulu, Tiga Terdakwa Dituntut 2–2,6 Tahun |
|
|---|
| Bantuan Kursi Roda untuk Arwan, Harapan Baru untuk Warga Kota Bengkulu |
|
|---|
| Ibu-ibu Sungai Lemau Suarakan Dampak Abrasi di Bengkulu Tengah, Desak Pemerintah Segera Bertindak |
|
|---|
| Direktur dan Komisaris PT RSM Dituntut Paling Berat Kasus Korupsi Tambang Bengkulu |
|
|---|
| Eks Kacab Sucofindo Bengkulu Iman Sumantri Dituntut 2 Tahun Penjara Kasus Korupsi Tambang PT RSM |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Capai-Expor-Mei-2024.jpg)