Sabtu, 25 April 2026

Wartawan Tewas Terbakar Sekeluarga

Dalih Panglima TNI Tepis Anggotanya Terlibat Kasus Wartawan Karo, Keluarga 'Terlalu Dini Simpulkan'

Dalih Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto tepis anggotanya terlibat kasus Wartawan di Kabupaten Karo, Rico Sempurna Pasaribu.

Editor: Rita Lismini
Kompas/Wartakota
Dalih Panglima TNI Tepis anggotanya terlibat kasus Wartawan Karo, keluarga 'Terlalu Dini Simpulkan' 

Laporan dengan nomor LP: 21/VII/2024/SPT ini secara resmi diterima oleh Puspomad pada Jumat (12/7/2024).

Saat ini Eva tengah dimintai keterangan tambahan oleh pihak Puspomad.

Oknum TNI Diduga Dalang Bakar Rumah Sempurna Pasaribu 

Sosok HS, oknum TNI diduga dalang bakar rumah jurnalis, Rico Sempurna Pasaribu yang tewas sekeluarga di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).

Diketahui, sebelum tewas terbakar Rico sempat memuat pemberitaan yang menyoroti kasus perjudian di Kabupaten Karo milik onum TNI.

Kendati demikian, menurut rilis Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) yang dibagikan oleh AJI Indonesia, nama HS muncul dalam berita yang telah ditulis oleh Rico.

Berita tersebut berjudul "Lokasi Perjudian di Jalan Kapten Bom Ginting Ternyata Milik Oknum TNI Berpangkat Koptu Anggota Batalyon 125 Sim'bisa".

Mengutip laman Tribrata TV, berita ini menyoroti dugaan judi tembak ikan-ikan persisnya di Jalan Kapten Bom Ginting, Kelurahan Padang Mas, Kecamatan Kabanjahe.

Lokasi judi tersebut dianggap sangat meresahkan warga dan menjadi salah penyebab meningkatnya tindak kriminalitas di Kabupaten Karo khususnya kota Kabanjahe.

Melalui berita itu, Rico menuliskan adanya dugaan keterlibatan HS dalam aktivitas perjudian tersebut yakni sebagai pengelola dan pemain lama yang juga mengelola berbagai jenis perjudian

Seperti misalnya judi dadu, mesin judi ikan-ikan dan juga online tebak angka putaran Hongkong, Singapore, Sydney.

"Sebelum peristiwa kebakaran itu, korban diduga telah bertemu HS dan meminta jatah atau tips hasil perjudian untuk salah satu anggota Ormas," seperti dikutip dari rilis KKJ.

Masih menurut rilis KKJ, sebelum Rico tewas terbakar Rico diduga telah bertemu HS untuk meminta jatah atau tips.

"Sebelum peristiwa kebakaran itu, korban diduga telah bertemu HS dan meminta jatah atau tips hasil perjudian untuk salah satu anggota Ormas," seperti dikutip dari rilis KKJ.

HS sempat mengabaikan permintaan itu, sebelum akhirnya memenuhi untuk kemudian memberikan uang Rp100 ribu pada anggota Ormas tersebut.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved