UMKM Bengkulu
Geliat Usaha Kerajinan Kulit Lantung di Kota Bengkulu, Mempertahankan Eksistensi di Era Modern
Menengok geliat usaha kerajinan kulit lantung di Kota Bengkulu yang masih terus diminati di tengah gencarnya produk-produk modern.
Penulis: Aghisty Firan Marenza | Editor: Ricky Jenihansen
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Aghisty Firan Marenza
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Menengok geliat usaha kerajinan kulit lantung di Kota Bengkulu yang masih terus diminati di tengah gencarnya produk-produk modern.
Emi Kusmiati, misalnya, salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) kerajinan kulit lantung di Kota Bengkulu yang usahanya terus berkembang pesat.
Emi Kusmiati saat ini memiliki brand sendiri yang cukup dikenal di Kota Bengkulu, yaitu Fajar Wonk Craft.
Seperti diketahui, kulit Lantung merupakan salah satu jenis serat alam yang dapat diolah menjadi kerajinan tangan.
Dengan terus menyalurkan hobinya, serta semangat dan ketekunan yang tinggi, Emi kini menjelma menjadi pelaku UMKM yang dapat menopang perekonomian lokal.
Untuk mempertahankan eksistensinya, Emi terus mencari cara untuk meningkatkan kualitas produknya serta menjangkau pasar yang lebih luas.
Salah satu langkah yang diambil oleh Emi adalah dengan memanfaatkan teknologi digital.
Ia aktif mempromosikan produknya melalui media sosial dan situs e-commerce, sehingga produk kulit lantung buatannya dapat dikenal oleh lebih banyak orang.
"Kita selalu memberikan promo di media sosial, dan selalu posting di Facebook, Instagram, Shoope, dan Tiktok," kata Emi.

Emi juga sering mengikuti pameran-pameran, agar produk yang ia miliki dapat dikenal.
Selain itu, Emi juga terus melakukan riset dan pengembangan produk agar bisa terus bersaing dengan produk sejenis yang ada di pasaran.
"Dari hasil survei saya dibeberapa daerah, Untuk kulit kayunya sendiri itu, berbeda dengan yang lain," kata Emi.
"Karena jenis kulit kayu yang kita punya itu jauh lebih halus."
Ia juga senantiasa memperhatikan tren terkini, serta selalu memperbarui desain dan variasi produk kulit lantungnya agar tetap diminati oleh konsumen.
"Yang paling banyak dicari itu biasanya tas, karena saya juga membuat dengan berbagai macam model," lanjutnya.
Dengan semangat pantang menyerah dan kreativitas yang tak terbatas, Emi terus mengembangkan usaha kulit lantungnya sehingga dapat terus bertahan dan berkembang di era modern seperti sekarang ini.
Menengok Geliat Usaha Kerajinan Bambu di Kemumu Bengkulu Utara, Tumbler Jadi Primadona |
![]() |
---|
Budidaya Ayam Bangkok di Bengkulu Tengah, Raup Cuan dari Hobi yang Kerap Dipandang Sebelah Mata |
![]() |
---|
Melihat Perajin Parang di Kepahiang Bengkulu, Penuh Dedikasi dan Insting Tajam |
![]() |
---|
Lesehan Aik Nelengau, Pusat Kuliner Khas Bengkulu Selatan dengan Menu Favorit Gulai Ikan Pelus |
![]() |
---|
Rita dan Kecombrang: Merawat Warisan Desa Rejang Lebong Bengkulu, dari Dapur hingga Pentas Nasional |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.