Mahasiswi Semarang Dilecehkan
Mahasiswi Semarang Dilecehkan Saat Magang Oleh Manajer BUMN, Dicium dan Dipegang Dadanya
Ramai di media sosial mahasiswi Semarang berinisial H (21) mengaku dilecehkan saat magang oleh salah satu manager perusahaan BUMN.
Ia menuturkan pada hari berikutnya tidak pernah datang ke kantor BUMN itu. Keluargannya meminta agar tidak melanjutkan magang.
"Saya dikasih libur dua hari. Keluarga saya meminta saya berhenti saja. Dari kampus juga narik tidak magang lagi," tandasnya.
Lantasan tak terima dengan perlakuan pejabat ia kemudian meminta pendampingan hukum dari LBH Joglo Semar Keadilan.
H lalu melaporkan tindakan bejat yang dilakukan pejabat BUMN ke Polrestabes Semarang.
Kuasa Hukum Korban Buka Suara
Sementara itu, penasihat hukum korban, Heri Hartono menuturkan melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Semarang. Kliennya mengalami trauma paska kejadian itu.
"Atas arahan penegakan hukum untuk melakukan visum psikiatrum dan sudah kami jalani," imbuhnya.
Dia berharap BUMN dapat menertibkan oknum pejabat yang melakukan tindakan bejat. Dirinya tidak ingin hal itu terjadi pada mahasiswa magang lainnya.
"Jangan sampai mahasiswa magang yang harusnya dapat ilmu malah dihancurkan seperti ini," tuturnya.
Ia mengatakan pada perkara itu telah menyiapkan 5 orang saksi. Kelima orang itu dua di antaranya teman magang korban.
" Kemudian ada juga saksi yang diberitahu pertama kali oleh korban tentang kejadian itu," tandasnya.
"Memang awalnya disuruh perkenalan ditanya namanya siapa semester berapa, alamatnya mana. Saat itu ruangannya dalam keadaan tertutup," ujarnya saat ditemui tribunjateng.com, Rabu (20/11/2024).
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Mahasiswi-Semarang-Dilecehkan-Saat-Magang-Oleh-Manajer-BUMN-Korban-Dicium-dan-Dipegang-Dadanya.jpg)