Selasa, 19 Mei 2026

Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Siapa Otak Pembuatan Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar? Bukan Dosen Andi Ibrahim

Terungkap sosok pengusaha jadi otak pabrik uang palsu di Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

Tayang:
Editor: Rita Lismini
Twitter
Siapa Otak Pabrik Pembuatan Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar? Bukan Dosen Andi Ibrahim 

"Uang palsu ini perbandingannya satu banding dua, jadi satu asli dua uang palsu," ungkap Yudhi.

Dari penangkapan M dan AI, polisi terus mendalami kasus itu hingga mendapat mesin pencetakan uang palsu yang ada di dalam Kampus Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Jl Yasin Limpo, Gowa.

Mesin berukuran besar dengan berat diperkirakan dua ton lebih itu, disembunyikan dalam ruangan yang ada di Perpustakaan UINAM.

Baca juga: Siasat Licik Pelaku Bawa Mesin Pencetak Uang Palsu ke Kampus UIN Alauddin, Tak Dicurigai Satpam?

Cara Pelaku Edarkan Uang Palsu

Terungkap cara pelaku edarkan uang palsu yang dicetak di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Makassar.

Cara yang paling sering dipakai adalah mengedarkan uang setelah matahari terbenam dan sebelum matahari terbit.

Mereka bertransaksi pada malam hari saat penerangan kurang.

Apalagi saat malam hari, seseorang sulit memeriksa dengan teliti.

Selain itu, mereka juga mengunjungi tempat-tempat ramai seperti SPBU atau toko dengan antrean panjang sehingga kasir tidak sempat memeriksa uang secara detail.

Sebagian orang membeli uang palsu dengan menukar uang asli, seperti menukar uang Rp1 juta dengan jumlah uang palsu lebih besar.

Hal itu disampaikan AKBP Reonald Simanjuntak, memang benar para tersangka alias pelaku mengedarkan uang palsu saat malam hari.

AKBP Reonald Simanjuntak menegaskan jangan mau menyebarkan uang palsu meski diimingi-imingi dengan bayaran yang besar. 

"Jangan lagi mau dibodohi, jangan gunakan, fotokopi, atau menyebar uang palsu, termasuk uang mainan sering beredar," ujar Reonald.

Sebab, tindakan itu bisa dikenai ancaman hukuman. Sementara itu, saat ini polisi masih mengejar dalang utama kasus uang palsu.

"Kami mohon doa dari masyarakat agar langkah kami dipermudah. Kami sedang mengumpulkan alat bukti tambahan untuk memastikan keterangan mereka," tuturnya.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved