Senin, 27 April 2026

Uang Palsu UIN Alauddin Makassar

Sosok ASS Biang Kerok Pembuatan Uang Palsu di Kampus UIN Makassar, Beraksi Sejak 2010 

Sosok Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) disebut sebagai biang kerok pembuatan uang palsu di Kampus UIN Makassar. 

Editor: Rita Lismini
Twitter/Tribunbengkulu
Sosok Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) disebut sebagai biang kerok pembuatan uang palsu di Kampus UIN Makassar.  

TRIBUNBENGKULU.COM - Sosok Annar Salahuddin Sampetoding (ASS) disebut sebagai biang kerok pembuatan uang palsu di Kampus UIN Makassar. 

Peran ASS yakni membiayai pembelian bahan baku produksi.

Menurut Kapolda Sulsel, Irjen Pol Yudhiawan Wibisono, sebelum mesin pencetak uang palsu di Kampus UIN ditemukan, polisi lebih dahulu mendatangi rumah di Jl Sunu 3, Kota Makassar.

Rumah tersebut adalah milik ASS.

"Kalau kita lihat dari TKP buat cetak uang palsu, jadi di rumah saudara ASS Jl Sunu, Kota Makassar. Kemudian juga ada di Jl Yasin Limpo (UINAM), Gowa," kata Irjen Pol Yudhiawan, dilansir dari Bangka Pos, Kamis (26/12/24). 

Lebih lanjut dijelaskan Yudhi, mulanya produksi uang palsu tersebut berlangsung di rumah ASS, di Jl Sunu 3, Kota Makassar.

Namun, karena jumlah uang yang akan dicetak membutuhkan mesin dengan kapasitas lebih besar, akhirnya dipindahkan ke UIN.

"Awal pertama ditemukan di Jl Sunu Makassar, karena sudah mulai membutuhkan jumlah yang lebih besar maka mereka membutuhkan alat yang lebih besar. Jadi, tadinya menggunakan alat kecil," sebutnya.

Alat yang ditemukan dalam Perpustakaan UIN Alauddin, kata Yudhi dibeli seharga Rp 600 juta.

Mesin cetak uang palsu yang diperkirakan berbobot dua ton itu, didatangkan langsung dari China lewat Surabaya.

"Alat besar itu senilai Rp600 juta di beli di Surabaya namun dipesan dari Cina. Alat itu dimasukkan salah satu tersangka inisial AI ke dalam salah satu kampus di Gowa," bebernya.

Lebih lanjut Yudhi memaparkan, dalam kasus itu, ada tiga sosok yang mempunyai peran sentral. Salah satunya, ASS.

"Jadi mereka dibelakang 17 orang ini, perannya berbeda, tapi peran sentranya ada dari saudara AI kemudian juga saudara S, ada juga saudara ASS, ada juga yang DPO," jelas Yudhi.

Ia pun berjanji akan segera menangkap tiga DPO yang belum terciduk tersebut.

"DPO ini akan kita tangkap juga dan akan tuntas nanti kita periksa," tegasnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved