Senin, 8 Juni 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Harimau Terkam Warga Teras Terunjam Mukomuko hingga Tewas saat Cari Rumput untuk Ternak

Warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Bengkulu ditemukan tewas diduga karena diterkam harimau.

Tayang:
TribunBengkulu.com/Panji Destama/Ist
Ilustrasi Harimau. Warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Bengkulu ditemukan tewas diduga karena diterkam harimau. 

TRIBUNBENGKULU.COM - Harimau terkam warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Bengkulu hingga tewas saat sedang mencari rumput untuk ternak.

Jasad korban bernama Ibnu Oktavianto ditemukan di perkebunan sawit, pada Rabu (8/1/2025) dini hari.

Kejadian diketahui setelah nenek korban bersama dengan warga lain mencari korban.

“Korban ini sebelumnya pada Selasa 7 Januari 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, pamit untuk mencari rumput untuk hewan ternaknya,” ungkap Kapolsek Teras Terunjam, IPTU Irfansyah Damaik, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Irfansyah menjelaskan, sekitar pukul 15.00 WIB Korban pamit dengan keluargannya untuk mencari rumput atau mengarit di sekitaran kebun sawit milik warga.

Namun hingga pukul 22.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah, nenek korban yang khawatir akhirnya meminta bantuan tetangga untuk mencari korban.

“Pencarian dilakukan oleh warga sekira pukul 22.10 WIB dengan menyusuri area perkebunan sawit warga di Desa Tunggal Jaya,” jelas Irfansyah.

Pencarian yang dilakukan selama 1 jam lebih ini, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan tak bernyawa di perkebunan sawit milik warga.

Setelah menemukan korban, warga langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan evakuasi.

“Sekitar pukul 01.30 WIB, kita lakukan evakuasi terhadap korban, dan juga dibantu masyarakat,” jelas Irfansyah.

Pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait tewasnya korban.

Dari hasil pemeriksaan ini, korban yang ditemukan tewas di kebun sawit warga diduga diterkam oleh harimau.

“Saksi-saksi sudah kita lakukan pemeriksaan, untuk dugaan korban tewas akibat diterkam harimau saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak,” kata Irfansyah.

Kronologi

Kejadian bermula saat korban Ibnu Oktavianto (22) pamit dengan keluargannya untuk pergi mencari rumput pakan ternak kambingnya.

“Korban pamit dengan keluargannya pada Selasa 7 Januari 2025, Sekitar pukul 15.00 WIB untuk mencari rumput (ngarit, red) untuk hewan ternak kambil miliknya,” ungkap Kapolsek Teras Terunjam, Iptu Irfansyah Damaik, Rabu (8/1/2025).

Irfansyah menjelaskan, setelah pamit keluarga korban menunggu korban pulang seperti biasanya.

Namun sekitar pukul 22.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah, kemudian nenek korban langsung melaporkan kejadian itu ke tetangganya.

“Sekitar pukul 22.00 WIB korban belum pulang, akhirnya nenek korban melapor ke tetangganya untuk mencari korban,” tutur Irfansyah.

Irfansyah menambahkan, sekitar pukul 22.10 WIB warga yang menerima adanya laporan orang hilang langsung melakukan pencarian di seluruh kebun masyarakat di Desa Tunggal Jaya.

Sekitar pukul 23.30 WIB, warga menemukan korban sudah tak bernyawa di semak-semak kebun sawit milik warga.

“Korban ditemukan di sekitar semak-semak di kebun sawit milik warga, lantas warga langsung menghubungi pihak kami untuk dievakuasi,” jelas Irfansyah.

Sekitar 01.30 WIB korban dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian, kondisi korban saat ditemukan sudah tak bernyawa dan hanya tinggal kaki bagian kanan.

“Kondisi korban sudah tak bernyawa ada beberapa luka di tubuhnya, dan kaki korban hanya tinggal kaki sebelah kanan saja,” ungkap Irfansyah.

Kondisi Korban

Kondisi mengenaskan Ibnu Oktavianto tewas diduga diterkam Harimau di Mukomuko saat Cari Pakan Ternak.

Warga Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu itu ditemukan tewas di perkebunan sawit, pada Rabu (8/1/2025) dini hari.

Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di semak-semak kebun sawit dengan tubuh penuh luka-luka.

Kejadian diketahui setelah nenek korban bersama dengan warga lain mencari korban.

“Korban ini sebelumnya pada Selasa 7 Januari 2025, sekitar pukul 15.00 WIB, pamit untuk mencari rumput untuk hewan ternaknya,” ungkap Kapolsek Teras Terunjam, IPTU Irfansyah Damaik, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Kapolsek menjelaskan, sekitar pukul 15.00 WIB Korban pamit dengan keluargannya untuk mencari rumput atau mengarit di sekitaran kebun sawit milik warga.

Namun hingga pukul 22.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah, nenek korban yang khawatir akhirnya meminta bantuan tetangga untuk mencari korban.

“Pencarian dilakukan oleh warga sekira pukul 22.10 WIB dengan menyusuri area perkebunan sawit warga di Desa Tunggal Jaya,” jelas Irfansyah.

Pencarian yang dilakukan selama 1 jam lebih ini, akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan tak bernyawa di perkebunan sawit milik warga.

Setelah menemukan korban, warga langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk dilakukan evakuasi.

“Sekitar pukul 01.30 WIB, kita lakukan evakuasi terhadap korban, dan juga dibantu masyarakat,” jelas Irfansyah.

Pihak kepolisian sudah memeriksa sejumlah saksi-saksi terkait tewasnya korban.

“Saksi-saksi sudah kita lakukan pemeriksaan, untuk dugaan korban tewas akibat diterkam harimau saat sedang mencari rumput untuk pakan ternak,” kata Irfansyah.

BKSDA Lakukan Pengusiran

Merespon ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu turun ke lokasi sebagai upaya untuk pengusiran harimau di lokasi kejadian.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bengkulu Said Jauhari mengatakan, pihaknya sudah menurunkan tim untuk melakukan survei di lokasi kejadian.

“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi kejadian. Hal itu dilakukan untuk mengusir harimau tersebut dari sekitar pemukiman warga,” ungkap Said saat dihubungi, TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Said menjelaskan, jarak lokasi kejadian dengan pemukiman warga sekitar 6 kilometer. Lokasi kejadian itu merupakan habitat dari harimau tersebut.

Lantaran lokasi kejadian merupakan kawasan hutan negara yang sudah berubah menjadi perkebunan sawit, karet dan perkebunan lainnya.

“Untuk lokasi kejadian dengan pemukiman warga sekitar 6 kilometer, dulu itu kawasan hutan negara yang sudah berubah menjadi kebun sawit, karet dan kebun lainnya,” jelas Said.

Selain melakukan survei dan upaya pengusiran pihaknya juga melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga.

“Saat ini upaya pengusiran dahulu kita lakukan, nanti kita lakukan upaya lainnya. Kita juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar,” beber Said.

Said juga mengimbau kepada warga sekitar lokasi kejadian untuk tetap berhati-hati saat pergi ke kebun.

Ia meminta warga untuk berkelompok saat berpergian berkebun, jangan pergi sendirian.

“Jadi kita minta warga untuk berkelompok saat pergi berkebun minimal 5 orang, jangan sendirian untuk berkebun,” imbuh Said.

Sekolah Hentikan Aktivitas

Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Mukomuko, mengeluaran kebijakan terkait aktivitas belajar mengajar mengajar di tiga desa di Kecamatan Teras Terunjam.

“Terkait dengan adanya warga Desa Tunggal Jaya yang diduga tewas dimangsa harimau, kami meminta kepada kepala sekolah melalui forum MKKS untuk sekolah dilakukan aktivitas belajar secara daring,” ungkap Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Ramon Hoski, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).

Ramon menjelaskan, aktivitas belajar mengajar via daring ini atau online dilakukan di sekolah yang berada di tiga desa yakni Desa Tunggal Jaya, Mekar Jaya dan Karang Jaya.

Hal itu dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kewaspadaan dan faktor keamanan anak-anak didik di tingkat SD dan SMP.

Dengan aktivitas belajar mengajar secara daring ini, bertujuan untuk membatasi kegiatan dan aktivitas anak-anak di luar rumah.

“Kepala sekolah juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan kepala desa mengenai perkembangan keamanan lingkungan didaerah tersebut per hari khususnya untuk anak-anak,” jelas Ramon.

Untuk sekolah yang melaksanakan aktivitas belajar mengajar via daring yakni, SDN 03 Teras terunjam, SDN 05 Teras Terunjam dan SMPN 08 Mukomuko.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved