Selasa, 28 April 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

BKSDA Bengkulu Nonaktifkan 3 Perangkap Harimau di Mukomuko Bengkulu yang Sempat Terkam Warga

Tiga perangkap Harimau BKSDA Bengkulu diambil setelah melakukan pemantauan selama 21 hari di Mukomuko Bengkulu.

HO BKSDA Bengkulu
Salah satu perangkap harimau yang diambil oleh pihak BKSDA Bengkulu, di Lokasi atau wilayah konflik harimau dan manusia di Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Rabu (29/1/2025). Selama 21 hari ini tak ada aktivitas harimau di sekitar wilayah yang menjadi konflik harimau dan manusia. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, mengambil 3 perangkap harimau yang sebelumnya di pasang, di kawasan aktivitas harimau di Mukomuko, Bengkulu.

Sebelumnya, pada 8 Januari 2025 lalu, warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko, Ibnu Oktavianto (22) dimangsa harimau saat mengambil rumput untuk pakan ternak.

Lalu, harimau tersebut memangsa ternak sapi milik warga Desa Mekar Jaya.

Aktivitas harimau juga terpantau di sekitar objek wisata danau lebar, Desa Setia Budi hingga terlihat jejak harimau di kawasan perkebunan PT Agro Muko, Kecamatan Air Dikit.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Damin mengatakan hari ini pihaknya mengambil 3 perangkap harimau sumatera.

“Hari ini kita bersama tim, polisi dan warga mengambil perangkap harimau yang sudah kita pasang selama 21 hari setelah konflik negatif di Desa Tunggal Jaya, Mekar Jaya dan Setia Budi,” ungkap Damin saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (29/1/2025).

Baca juga: Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu Kembali Dibuka usai Harimau yang Terkam Warga Berkeliaran

Damin menjelaskan, 21 hari pemasangan perangkap harimau sudah dilakukan, kemudian selama 21 hari ini tak ada aktivitas harimau di sekitar wilayah yang menjadi konflik harimau dan manusia.

Untuk itu, pihaknya mengambil perangkap harimau untuk dilakukan perawatan, lantaran selama 21 hari terkena panas dan hujan.

“Sesuai dengan aturan setelah 21 hari tak ada aktivitas harimau, kami mengambil perangkap untuk dilakukan perawatan,” tutur Damin.

Damin juga menjelaskan, tak adanya aktivitas harimau di wilayah konflik harimau dan manusia, pihaknya beranggapan kemungkinan harimau kembali ke habitatnya.

Harimau tersebut diperkirakan kembali ke habitatnya di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). 

“Diperkirakan harimau itu kembali ke habitatnya di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), tapi kita menunggu kajian dari BKSDA Bengkulu untuk pastinya,” jelas Damin.

Selain itu, Damin mengungkapkan meskipun selama 21 hari terakhir ini belum ada aktivitas harimau di wilayah yang terlibat konflik harimau dan manusia.

Pihaknya tetap memghimbau warga untuk tetap selalu waspada, karena konflik harimau dan manusia tidak bisa ditebak kapan akan terjadi.

“Kita juga meninta masyarakat untuk selalu waspa juga, meskipun tak ada aktivitas harimau selama 21 hari ini,” tutup Damin.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved