Warga Mukomuko Diterkam Harimau
Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu Kembali Dibuka usai Harimau yang Terkam Warga Berkeliaran
Objek Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu kembali di buka usai tutup sementara akibat aktivitas harimau di sekitar danau.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Hendrik Budiman
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Objek Wisata Danau Lebar yang berada di Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu kembali dibuka untuk wisatawan.
Sebelumnya, Objek Wisata danau lebar ditutup sementara, lantaran adanya aktivitas harimau sumatera di kawasan tersebut.
Warga yang saat itu berada di sekitar danau lebar menemukan jejak kaki harimau sumatera.
Harimau itu, sebelum beraktivitas di sekitar danau lebar, pada 8 Januari 2025 kemarin.
Hewan dengan nama latin Panthera tigris sumatrae ini, memanggsa warga Desa Tunggal Jaya yakni Ibnu Oktavianto (22) saat mencari rumput.
Kemudian, warga juga menemukan aktivitas harimau sumatera di Desa Mekar Jaya, harimau itu memanggsa ternak sapi milik warga.
Kepala Desa Setia Budi Jumadi, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (29/1/2025) mengatakan, saat ini objek wisata danau lebar sudah kembali dibuka.
Baca juga: Warga Was-was, Teror Harimau Hantui Warga Mukomuko Bengkulu, Wisata Masih Tutup
“Objek wisata danau lebar sudah dibuka kembali mas. Karena beberapa hari ini belum ditemukan aktivitas harimau di sekitar danau,” ungkap Jumadi, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (29/1/2025).
Jumadi menjelaskan, dibukanya objek wisata danau lebar ini, lantaran pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA Bengkulu, perihal aktivitas harimau di sekitaran desa.
Dari keterangan BKSDA, sejak beberapa hari ini tidak ada aktivitas harimau yang ditemukan, pihaknya pun membuat kebijakan untuk kembali membuka danau lebar itu.
“Kalau koordinasi dengan pihak BKSDA tidak ditemukan aktivitas harimau di sekitar danau lebar ini, kami membuat kebijakan untuk membuka kembali objek wisata danau lebar,” tutur Jumadi.
Jumadi menjelaskan, untuk aktivitas sehari-hari warga Desa Setia Budi, seperti berkebun dan lainnya, saat ini sudah kembali normal.
Jika saat adanya konflik harimau dan manusia, warga takut untuk melakukan aktivitas berkebun, warga yang melakukan aktivitas berkebun harus membuat kelompok.
“Kalau sekarang sudah normal, warga juga sudah berkativitas seperti biasanya, kalau dulu ke kebun harus berkelompok, kalau sekarang ngak terlalu, mulai dari bersihkan kebun hingga mencari pakak hewan ternak sudah dilakukan warga,” jelas Jumadi.
Meskipun saat ini aktivitas di Desa Setia Budi sudah kembali normal, pihaknya tetap waspada.
Ia juga meminta untuk warga yang beraktivitas di Desa Setia Budi, tetap waspada meskipun keadaan saat ini sudah normal kembali.
“Warga juga diminta untuk tetap waspada, meskipun aktivitas di Desa Setia Budi sudah kembali normal,” tutup Jumadi.
| BKSDA Bengkulu Nonaktifkan 3 Perangkap Harimau di Mukomuko Bengkulu yang Sempat Terkam Warga |
|
|---|
| Warga Was-was, Teror Harimau Hantui Warga Mukomuko Bengkulu, Wisata Masih Tutup |
|
|---|
| BKSDA Belum Berhasil Tangkap Harimau yang Teror Hingga Mangsa Warga Mukomuko Bengkulu |
|
|---|
| Harimau Berkeliaran di Permukiman, 8 Sekolah di Mukomuko Bengkulu Belajar Daring |
|
|---|
| Penyebab Konflik Harimau dan Manusia di Mukomuko Bengkulu, Hutan Jadi Kebun Sawit |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Objek-Wisata-Danau-Lebar-Mukomuko-dipadati-pengunjung.jpg)