Sabtu, 11 April 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

BKSDA Belum Berhasil Tangkap Harimau yang Teror Hingga Mangsa Warga Mukomuko Bengkulu

Harimau Sumatera masih berkeliaran, BKSDA Bengkulu ungkap belum menangkap Harimau yang mamangsa warga Mukomuko.

|
HO BKSDA Bengkulu
Pemasangan Peragkap OLeh BKSDA Bengkulu di Danau Lebar Mukomuko. BKSDA Belum Berhasil Tangkap Harimau yang Teror Hingga Memangsa Warga Mukomuko Bengkulu 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, hingga 12 hari ini belum berhasil menangkap harimau sumatera yang memangsa warga Kabupaten Mukomuko.

Sebelumnya, pada 8 Januari 2025 warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko yakni Ibnu Oktavianto (22) dimangsa harimau sumatera usai mengarit rumput.

BKSDA Bengkulu langsung melakukan memangsang perangkap hingga 3 perangkap dan 5 kamera pemantau.

Kepala Resor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Damin mengatakan, hingga saat ini belum ada harimau yang masuk dalam perangkap yang sudah dipasang.

“Hingga saat ini belum ada harimau yang masuk di tiga perangkap,” ungkap Damin, saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Senin (20/1/2025).

Baca juga: Penyebab Konflik Harimau dan Manusia di Mukomuko Bengkulu, Hutan Jadi Kebun Sawit

Untuk aktivitas harimau berdasarkan hasil dari kamera pemantau, di tanggal 9 dan 10 Januari 2025 sebelum sampai ke Desa Setia Budi.

Sementara ini, belum ada lagi aktivitas harimau berdasarkan hasil kamera pemantau yang sudah dipasang di tiga Desa.

“Aktivitas harimau yang terpantau dari kamera di Mekar jaya itu di tanggal 9 dan 10 Januari 2025, sebelum ke Desa Setia Budi,” tutur Damin.

Dari hasil pemantaun itu, harimau yang terlihat berjenis kelamin laki-laki, dan hanya sendirian.

Kemudian, untuk usia harimau belum bisa dipastikan namun yang jelas harimau itu sudah dikategorikan dewasa.

“Kalau dari hasil kamera pemantau harimau itu berjenis kelamin laki-laki hanya sendiri dan dikategorikan dewas,” jelas Damin.

Harimau itu, mulai dari Desa Tunggal Jaya, kemudian ke Mekar Jaya, terus ke jembatan kelenteng, menyebrang ke pustu pondok kopi, lalu ke pinggir sungai selagan.

Harimau ini melewati ponggiran sungai selagan melintasi SP 10 dan masuk ke Desa Setia Budi, lalu ke Danau Lebar.

“Harimau itu sudah merasa diburu, saat melintas dari Sungai Selagai di Pondok Kopi, kita tak menyalahkan masyarakat karena cemas,” kata Damin.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved