Kamis, 23 April 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Warga Was-was, Teror Harimau Hantui Warga Mukomuko Bengkulu, Wisata Masih Tutup

Warga di Mukomuko Provinsi Bengkulu was-was. Harimau yang masuk pemukiman dan mangsa warga serta hewan ternak masih berkeliaran.

Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Panji Destama/TribunBengkulu.com
Warga was-was dan objek wisata Danau Lebar di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu masih tutup imbas konflik harimau dan manusia. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Warga di Mukomuko Provinsi Bengkulu was-was. Harimau yang masuk pemukiman dan mangsa warga serta hewan ternak masih berkeliaran.

Bahkan objek wisata Danau Lebar di Desa Setia Budi Kecamatan Teras Terunjam yang ditemukan jejak harimau Sumatera masih tutup hingga Senin (20/1/2025).

Sebelumnya pada 8 Januari 2025, Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Mukomuko tewas diterkam harimau saat sedang mencari rumput di perkebunan sawit.

Usai memangsa manusia, harimau lalu memangsa seekor sapi di Desa Mekar Jaya hingga bergerak ke Danau Lebar Desa Setia Budi.

Jejak terakhir harimau ditemukan di sekitar kawasan perkebunan sawit, PT Agro Muko Kecamatan Air Diki.

Kepala Desa Setia Budi Jumadi menerangkan, objek wisata Danau Lebar masih ditutup.

“Sudah 12 hari objek wisata Danau Lebar kita tutup, karena harimau yang memangsa warga masih belum ditangkap,” ungkap Jumadi, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Senin (20/1/2025).

Dengan mempertimbangkan keselamatan saat menikmati objek wisata, pihaknya menutup objek wisata tersebut.

Apalagi mereka juga belum mendapat informasi jika harimau sudah ditangkap atau masuk perangkap.

“Pertimbangan kita menutup objek wisata untuk keamanan dan keselamatan pengunjung,” tutur Jumadi.

Selain itu, untuk aktivitas warga di Desa Setia Budi hingga saat ini belum normal seperti biasanya.

Masyarakat yang ingin beraktivitas tak bisa lagi sendirian harus berkelompok, seperti pergi berkebun dan lainnya.

“Kalau aktivitas warga saat ini dibilang normal belum, tapi tetap berjalan karena warga masih harus mencari nafkah, cuman mayarakat lebih waspada,” kata Jumadi.

Masyarakat saat ini masih was-was lantaran harimau yang memangsa warga belum ditangkap.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved