Warga Mukomuko Diterkam Harimau
Mengapa Harimau Berkeliaran di Permukiman Warga dan Objek Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu?
Harimau yang menerkam warga Desa Tunggal Jaya, Teras Terunjam, Mukomuko masih berkeliaran di permukiman warga dan masuk ke kawasan wisata Danau Lebar.
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Ricky Jenihansen
TRIBUNBENGKULU.COM - Harimau yang menerkam warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, hingga kini masih berkeliaran.
Berdasarkan penelusuran Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, harimau tersebut masih berkeliaran di permukiman warga dan masuk ke kawasan objek wisata Danau Lebar Mukomuko.
Yayasan Lingkar Inisiatif Indonesia mengungkap sejumlah alasan harimau berkeliaran di pemukiman dan objek wisata Kabupaten Mukomuko.
Bahkan harimau ini juga memangsa warga dan hewan ternak. Belum lama ini korbannya warga Desa Mekar Jaya Kecamatan Teras Terunjam.
Aktivitas harimau juga terpantau di kewasan objek wisata Danau lebar di Desa Setia Budi dan perkebunan sawit milik PT Agro Muko di Desa Air Dikit Kecamatan Air Dikit.
Diperkirakan harimau tersebut berjalan menuju Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko.
Ketua Yayasan Lingkar Inisiatif Indonesia (lembaga independen yang bergerak dalam konservasi harimau Sumatera dan satwa langka Bengkulu) Iswadi mengatakan, ada sejumlah faktor menyebabkan harimau masuk ke pemukiman warga ataupun perkebunan warga.
“Ada 4 faktor yang menyebabkan harimau bisa masuk ke pemukiman warga hingga munculnya konflik dengan manusia,” jelas Iswadi saat dihubungi TribunBengkulu.com, Senin (13/1/2025).
Untuk faktor yang pertama karena makanan harimau habis di habitatnya, bisa disebabkan karena perburuan yang ada. Hingga harimau mencari mangsa yang lain untuk dikonsumsi.
Kemudian faktor kedua adalah faktor usia. Harimau yang sudah tua akan kesulitan untuk mendapatkan hewan buruan.
Untuk di alam liar usia harimau itu sekitar 12 tahun sedangkan harimau yang hidup kebun binatang biasanya bisa sampai 15 tahun.
Lalu akhirnya mencari mangsa yang cenderung jinak, seperti kambing ataupun sapi ternak milik warga.
"Kalau muncul konflik, biasanya harimau yang sudah tua jadi munculnya konflik dengan manusia.
Selanjutnya, faktor yang ketiga harimau itu sedang sakit. Jika sakit, harimau tidak dalam kondisi bugar dan cenderung memilih memangsa yang dekat.
Seperti manusia yang sedang beraktivitas merumput ataupun aktivitas lainnya atau hewan yang berada di pinggir kawasan hutan.
“Faktor ketiga ini karena sakit, jadi dia mencari mangsa yang mudah dijangkau oleh harimau,” jelas Iswadi.
Kemudian, harimau yang sedang dalam masa asuh, saat kondisi masa asuh ini, biasanya induk harimau akan melepas anak-anaknya ke pinggir hutan untuk berlatih berburu.
Harimau dalam masa asuh ini biasanya berumur 1 tahun, seperti kasus di Kecamatan Malin Deman yang mana saat itu ada hewan ternak yang mati akibat dicakar oleh harimau.
“Anak-anak harimau ini dilatih berburu, induknya menunggu di pinggir hutan. Anak harimau hanya bisa mencakar saja, kalau anak harimau ini tidak bisa melawan lagi baru induknya akan membantu,” beber Iswadi.
Terkait kawasan atau teritori harimau ini, sambung Iswadi, sudah menjadi masalah yang besar.
Pasalnya satu ekor harimau membutuhkan wilayah jelajah seluar 100 kilometer persegi yang menjadi teritori harimau jantan.
“Harimau itu harus menjaga kondisi fisiknya yang sehat harus bugar. Setiap hari harimau itu minimal harus berjalan sejauh 40 kilometer,” papar Iswadi.
Iswadi mengungkapkan, untuk wilayah seluas 40 kilometer ini bisa jadi ada di wilayah pemukiman atau perkebunan di Mukomuko.
Untuk saat ini, wilayah harimau tersebut sangat sulit sekali ditemukan.
Sudah terpotong-potong oleh perkebunan sawit milik perusahaan ataupun milik warga hingga perambahan hutan ilegal.
Sehingga bisa membuat Harimau kebingungan karena wilayah miliknya sudah terpotong-potong karena kehilangan wilayah oleh lahan ataupun perkebunan milik perusahaan ataupun warga.
"Harimau yang masuk ke pemukiman warga itu adalah faktor umum, karena kawasan jelajah harimau itu sudah terkurung di hutan-hutan kecil, hingga harimau hanya memiliki teritori kecil,” kata Iswadi.
Harimau Terkam Warga
Sebelumnya, diberitakan, Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko ditemukan ditemukan tewas di semak-semak perkebunan sawit.
Ibnu diduga diterkam harimau saat mencari rumput untuk ternak.
Korban ditemukan berada di semak-semak perkebunan warga, dalam kondisi tak bernyawa dan tubuh penuh luka, serta kaki kiri korban hanya tinggal tulang saja.
Pencarian dilakukan oleh warga Desa Tunggal Jaya, usai mendapat kabar dari nenek korban, bahwa korban belum pulang dari mencari rumput untuk pakan ternak.
“Warga melakukan pencarian terhadap korban, setelah mendapat kabar dari nenek korban, lantaran korban belum pulang saat mencari rumput,” ungkap Kapolsek Teras Terunjam, IPTU Irfansyah Damaik, Rabu (8/1/2025).
Irfansyah menjelaskan, korban pamit dengan keluargannya pada Selasa 7 Januari 2025, untuk mencari rumput sebagai pakan ternak kambing milik korban.
Sekitar pukul 15.00 WIB, korban pamit dengan keluargannya, namun sekitar pukul 22.00 WIB, korban belum pulang ke rumah.
Lantas keluarga korban meminta tolong warga untuk mencari korban yang belum pulang dari mencari rumput.
“Akhirnya warga mencari korban dengan memyisir seluruh kebun milik warga,” jelas Irfansyah.
Lanjutnya, sekitar pukul 23.10 WIB korban ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di sekitar semak-semak perkebunan sawit milik warga.
Warga pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Teras Terunjam untuk dilakukan evakuasi.
“Evakuasi dilakukan sekitar pukul 01.30 WIB, kondisi korban sudah tak bernyawa dan bagian tubuh yakni kaki sebelah kiri sudah hilang,” ujar Irfansyah.
Kronologi
Kejadian bermula saat korban Ibnu Oktavianto (22) pamit dengan keluargannya untuk pergi mencari rumput pakan ternak kambingnya.
“Korban pamit dengan keluargannya pada Selasa 7 Januari 2025, Sekitar pukul 15.00 WIB untuk mencari rumput (ngarit, red) untuk hewan ternak kambil miliknya,” ungkap Kapolsek Teras Terunjam, Iptu Irfansyah Damaik, Rabu (8/1/2025).
Irfansyah menjelaskan, setelah pamit keluarga korban menunggu korban pulang seperti biasanya.
Namun sekitar pukul 22.00 WIB, korban tak kunjung pulang ke rumah, kemudian nenek korban langsung melaporkan kejadian itu ke tetangganya.
“Sekitar pukul 22.00 WIB korban belum pulang, akhirnya nenek korban melapor ke tetangganya untuk mencari korban,” tutur Irfansyah.
Irfansyah menambahkan, sekitar pukul 22.10 WIB warga yang menerima adanya laporan orang hilang langsung melakukan pencarian di seluruh kebun masyarakat di Desa Tunggal Jaya.
Sekitar pukul 23.30 WIB, warga menemukan korban sudah tak bernyawa di semak-semak kebun sawit milik warga.
“Korban ditemukan di sekitar semak-semak di kebun sawit milik warga, lantas warga langsung menghubungi pihak kami untuk dievakuasi,” jelas Irfansyah.
Sekitar 01.30 WIB korban dilakukan evakuasi dari lokasi kejadian, kondisi korban saat ditemukan sudah tak bernyawa dan hanya tinggal kaki bagian kanan.
“Kondisi korban sudah tak bernyawa ada beberapa luka di tubuhnya, dan kaki korban hanya tinggal kaki sebelah kanan saja,” ungkap Irfansyah.
Harimau Berkeliaran di Permukiman
Balai Konvervasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu masih melacak keberadaan harimau yang terkam warga Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu.
BKSDA Bengkulu pada Sabtu 11 Januari 2025 telah memasang 3 perangkap harimau, usai kejadian Ibnu Oktavianto (22) warga Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam tewas diterkam harimau beberapa waktu lalu.
Setelah warga menemukan adanya aktivitas harimau di sekitar Danau Lebar Desa Setia Budi, Kecamatan Teras Terunjam, BKSDA kembali memasang perangkap harimau di Danau Lebar.
“Kemarin ada pergerakan harimau di sekitar Danau Lebar, jadi kebijakannya ditutup sementara wisata Danau Lebar,” ungkap Pokdarwis Danau Lebar Sutristianto, Minggu (12/1/2025).
Lanjut Sutristianto, masyarakat Desa Setia Budi masih beraktivitas seperti biasa.
Hanya saja saat pergi ke kebun, masyarakat saat ini tak berani pergi sendirian. Mereka berkelompok untuk beraktivitas ke kebun.
“Kalau ke kebun warga tak berani sendirian, setidaknya berkelompok untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan,” tutur Sutristianto.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Resort KSDA Mukomuko-BKSDA Bengkulu Rasidin, mengungkapkan pihaknya mendapatkan laporan dari warga di Kecamatan Air Dikit adanya aktivitas harimau.
Warga menemukan aktivitas harimau di sekitar perkebunan sawit agro yang berada di Kecamatan Air Dikit.
Perkebunan sawit agro yang berada di Kecamatan Air Dikit memiliki jarak yang cukup dekat dengan pemukiman warga. Hanya berjarak 4 kilometer ke Kecamatan Kota Mukomuko.
Warga menemukan adanya jejak kaki harimau di sekitar perkebunan sawit agro yang langsung berhadapan dengan jalan lintas Bengkulu-Padang.
Harimau tersebut dikhawatirkan masuk ke Desa Tanah Rekah Kecamatan Kota Mukomuko.
“Kita ke lokasi dulu untuk mengecek temuan jejak kaki harimau di sana,” jelas Rasidin.
Rasidin juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaannya. Selama beraktivitas baik itu berkebun ataupun yang lain.
“Kita minta juga warga untuk selalu meningkatkan kewaspadaannya, kalau bisa untuk beraktivitas seperti berkebun ataupun yang lain jangan sendirian,” kata Rasidin.
Untuk diketahui, harimau di Mukomuko pertamakali memangsa warga yang sedang mengumumkan pakan ternak di Desa Tunggal Jaya.
Lalu, aktivitas harimau juga ditemukan di Desa Mekar Jaya dengan memangsa seekor sapi milik warga.
Kemudian, jejak harimau kembali ditemukan di sekitar Danau Lebar, Desa Setia Budi di Kecamatan Teras Terunjam.
Pihak BKSDA Bengkulu juga telah memasang 3 perangkap di lokasi tersebut dan kamera pemantau.
Dari hasil kamera pemantau harimau yang memangsa warga dan sapi berjumlah satu ekor dengan jenis kelamin jantan.
BKSDA Pasang Perangkap
BKSDA Bengkulu memasang perangkap harimau dan kamera pemantau di kawasan Desa Tunggal Jaya, Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko.
Kapolsek Teras Terunjam Iptu Irfansyah Damanik saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihak BKSDA sudah memasang perangkap harimau dan kamera pemantau.
“Kemarin sore, pihak BKSDA memasang satu perangkap harimau dan 2 kamera pemantau,” ungkap Irfansyah, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (9/1/2025).
Irfansyah juga mengatakan, pihaknya bersama BKSDA Bengkulu dan masyarakat memasang perangkap harimau ini di sekitar lokasi ditemukannya korban yang tewas.
Dalam perangkap BKSDA memasang umpan berupa satu ekor kambing. Masyarakat juga diharapkan tidak berkativitas sendirian dan kurangi mendekati TKP.
“Masyarakat diharapkan tak berkativitas sendirian saat di luar rumah, serta tak mendekati TKP,” jelas Irfansyah.
BKSDA Bengkulu memasang perangkap dan kamera pemantau di kawasan Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko.
Perangkap dan kamera dipasang usai Ibnu Oktavianto warga setempat ditemukan tewas diterkam harimau di lokasi perkebunan sawit, pada Rabu (8/1/2025).
Kapolsek Teras Terunjam Iptu Irfansyah Damanik menerangkan, pihak BKSDA sudah memasang perangkap harimau dan kamera pemantau.
“Kemarin sore, pihak BKSDA memasang satu perangkap harimau dan 2 kamera pemantau,” ungkap Irfansyah, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Kamis (9/1/2025).
Irfansyah menerangkan, pemasangan perangkap harimau dilakukan BKSDA Bengkulu bersama polisi dan masyarakat di sekitar lokasi ditemukannya korban tewas.
Dalam perangkap BKSDA memasang umpan berupa satu ekor kambing. Masyarakat juga diharapkan tidak beraktivitas sendirian dan kurangi mendekati TKP.
“Masyarakat diharapkan tak beraktivitas sendirian saat di luar rumah, serta tak mendekati TKP,” imbuh Irfansyah.
Sekolah Diliburkan
Sekolah di tiga desa Mukomuko Provinsi Bengkulu belajar online usai salah satu warga tewas diterkam harimau.
Pada Rabu 8 Januari 2025 warga Desa Tunggal Jaya Kecamatan Teras Terunjam Kabupaten Mukomuko, Ibnu Oktavianto (22) ditemukan tak bernyawa di semak-semak perkebunan sawit usai diterkam harimau.
Merespon kejadian ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Mukomuko, mengeluaran kebijakan terkait aktivitas belajar mengajar mengajar di tiga desa di Kecamatan Teras Terunjam.
“Terkait dengan adanya warga Desa Tunggal Jaya yang diduga tewas dimangsa harimau, kami meminta kepada kepala sekolah melalui forum MKKS untuk sekolah dilakukan aktivitas belajar secara daring,” ungkap Kabid Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko Ramon Hoski, saat dikonfirmasi TribunBengkulu.com, Rabu (8/1/2025).
Ramon menjelaskan, aktivitas belajar mengajar via daring ini atau online dilakukan di sekolah yang berada di tiga desa yakni Desa Tunggal Jaya, Mekar Jaya dan Karang Jaya.
Hal itu dilakukan pihaknya untuk meningkatkan kewaspadaan dan faktor keamanan anak-anak didik di tingkat SD dan SMP.
Dengan aktivitas belajar mengajar secara daring ini, bertujuan untuk membatasi kegiatan dan aktivitas anak-anak di luar rumah.
“Kepala sekolah juga diminta untuk terus berkoordinasi dengan kepala desa mengenai perkembangan keamanan lingkungan didaerah tersebut per hari khususnya untuk anak-anak,” jelas Ramon.
Untuk sekolah yang melaksanakan aktivitas belajar mengajar via daring yakni, SDN 03 Teras terunjam, SDN 05 Teras Terunjam dan SMPN 08 Mukomuko.
Harimau Terkam Warga Mukomuko
Danau Lebar Mukomuko
Harimau
Desa Tunggal Jaya
BKSDA
Yayasan Lingkar Inisiatif Indonesia
| BKSDA Bengkulu Nonaktifkan 3 Perangkap Harimau di Mukomuko Bengkulu yang Sempat Terkam Warga |
|
|---|
| Wisata Danau Lebar Mukomuko Bengkulu Kembali Dibuka usai Harimau yang Terkam Warga Berkeliaran |
|
|---|
| Warga Was-was, Teror Harimau Hantui Warga Mukomuko Bengkulu, Wisata Masih Tutup |
|
|---|
| BKSDA Belum Berhasil Tangkap Harimau yang Teror Hingga Mangsa Warga Mukomuko Bengkulu |
|
|---|
| Harimau Berkeliaran di Permukiman, 8 Sekolah di Mukomuko Bengkulu Belajar Daring |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Pemasangan-perangkap-harimau-di-Danau-Lebar-Mukomuko.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.