Harga Kopi di Bengkulu
Semakin Tinggi, Harga Kopi di Rejang Lebong Bengkulu Tembus Rp 69 Ribu per Kilogram
Harga kopi saat ini berada di kisaran Rp 69 ribu per kilogramnya. Hanya saja, harga kopi yang tinggi ini terjadi saat para petani banyak belum panen.
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Yunike Karolina
Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi
TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Sejak awal tahun 2025, harga kopi di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terus menunjukan trend positif.
Harga kopi saat ini berada di kisaran Rp 69 ribu per kilogramnya. Hanya saja, harga kopi yang tinggi ini terjadi saat para petani banyak belum panen.
Masa panen raya baru akan terjadi beberapa bulan ke depan.
Salah satu tauke kopi, Rodi mengungkapkan harga kopi memang terus mengalami kenaikan. Pada awal tahun kemarin, harga kopi berada di angka Rp 60 ribu per kilogram.
Kemudian naik menjadi Rp 66 ribu perkilogram dan saat ini sudah di angka Rp 69 ribu perkilogramnya.
Bahkan kemungkinan harga kopi akan kembali naik dan tembus di atas Rp 70 ribu perkilogramnya. Sejak awal tahun, harga kopi belum menunjukan adanya penurunan.
"Dan sekarang harganya sudah Rp 69 ribu perkilogramnya, kemungkinan masih akan naik lagi," kata Rodi.
Salah satu penyebab kenaikan harga kopi kemungkinan adalah stok yang menipis. Sejumlah petani belum melakukan panen besar. Bahkan saat ini stoknya sudah sangat berkurang.
Adapun masa panen raya kopi ini diperkirakan akan baru dimulai pada bulan April 2025 nanti. Namun dari informasi yang didapati, kemungkinan akan ada penurunan produksi pada tahun ini.
"Berkurang, kemungkinan, informasi dari teman-teman begitu," lanjut Rodi.
Rodi menjelaskan kopi asal Rejang Lebong tak hanya dipasarkan di dalam Provinsi Bengkulu saja. Namun juga dipasarkan hingga keluar daerah seperti Lampung, Medan dan Surabaya.
Pemasaran kopi tersebut lebih kurang 70 persen di pasarkan ke daerah Lampung dan 30 persennya ke daerah lain seperti Medan dan juga Surabaya.
"Kopi ini dijual baik ke dalam maupun luar daerah, paling banyak kita jual ke Lampung," kata Rodi.
Sementara itu, salah satu petani kopi membenarkan saat ini belum ada panen raya yang terjadi. Beberapa petani memang ada yang tetap sedang panen namun dalam jumlah yang terbatas.
Saat ini pohon kopi milik para petani sedang dalam tahap proses dan diperkirakan pada April nanti akan sudah mulai panen besar.
"Belum, nanti beberapa bulan lagi baru panen banyak, semoga harganya nanti tetap mahal pak," ucap salah satu petani, Atik (50).
Baca juga: Cerita Kades di Rejang Lebong Bengkulu Bisa Lulus PPPK, Belum Putuskan Pilih Kades atau ASN
Harga Kopi di Bengkulu
Harga Kopi di Rejang Lebong
Harga Kopi
Harga Kopi Naik
Rejang Lebong
Bengkulu
| Kopi Mulai Berbuah, Petani Kepahiang Curhat soal Harapan Harga Rp70 Ribu per Kg |
|
|---|
| Harga Kopi di Seluma Bengkulu Kembali Naik, Capai Rp 60 Ribu per Kg |
|
|---|
| Harga Kopi di Kepahiang Bertahan di Rp50-60 Ribu per Kg, Petani Pilih Stabil Ketimbang Anjlok |
|
|---|
| Harga Kopi di Kepahiang Bengkulu Anjlok hingga Rp 50 Ribu per Kg, Petani Was-Was |
|
|---|
| Harga Kopi Terbaru di Rejang Lebong, Awal September 2025 Tembus Rp 61 Ribu per Kg |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bengkulu/foto/bank/originals/Kopi-masih-hijau.jpg)