Jumat, 5 Juni 2026

Berita Rejang Lebong

Desa di Rejang Lebong Ini Sempat Tergenang Banjir Imbas Sampah Kulit Durian yang Menumpuk

Dimana sebelum kejadian itu, pemerintah desa setempat sudah mengeluarkan imbauan larangan membuang sampah durian di saluran drainase.

Tayang:
Penulis: M Rizki Wahyudi | Editor: Hendrik Budiman
HO Tribunbengkulu.com/Tangkapan layar FB Warga
Tangkapan layar banjir di Desa Karang Pinang Kecamatan Sindang Beliti Ulu pada Selasa (28/1/2025) sore. Imbas kulit durian yang menumpuk diduga menyebabkan terjadinya bencana banjir, seperti terjadi di Desa Karang Pinang, Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU), Rejang Lebong pada Selasa (28/1/2025).  

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Rizki Wahyudi

TRIBUNBENGKULU.COM, REJANG LEBONG - Musim buah durian saat ini masih berlangsung di Rejang Lebong, ternyata bisa diduga menyebabkan terjadinya bencana banjir, seperti terjadi di Desa Karang Pinang Kecamatan Sindang Beliti Ulu (SBU) pada Selasa (28/1/2025). 

Informasi terhimpun, bencana banjir itu terjadi diduga akibat sampah kulit buah durian yang menumpuk di saluran drainase. 

Dimana warga setempat diduga kebanyakan membuang sampah kulit durian di saluran drainase.

Sehingga saat cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari belakang ini membuat aliran air terhalang dan terjadilah banjir. 

Untung saja genangan banjir itu tidak terlalu tinggi, sejumlah rumah warga dimasuki oleh air yang hanya setinggi mata kaki saja. 

Kasi Kedaruratan BPBD Rejang Lebong, Rio Agustian Pakpahan saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut.

Dimana hal itu disampaikan oleh kepala desa setempat, banjir yang terjadi di desa tersebut disebabkan karena saluran drainase yang tidak berfungsi maksimal karena tertutup sampah kulit durian. 

Baca juga: Kades di Rejang Lebong Bengkulu Lulus Seleksi PPPK, BKPSDM Belum Ambil Tindakan

"Iya, ada banjir tapi tidak parah, informasinya karena sampah kulit durian, karena sekarang kan memang lagi musim durian,"ucap Rio. 

Dimana sebelum kejadian itu, pemerintah desa setempat sudah mengeluarkan imbauan dan larangan membuang sampah durian di saluran drainase. 

Namun diduga masih saja ada warga yang membandel sehingga terjadilah banjir tersebut.

Oleh karena itu, pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak membuang sampah secara sembarangan.

Karena sebagian besar penyebab banjir di Rejang Lebong ini rata-rata disebabkan oleh sampah liar. 

"Semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian seperti ini,"lanjut Rio. 

Rio juga mengatakan bahwa sejak awal tahun 2025 ini belum ada laporan terkait bencana alam yang terjadi di Rejang Lebong.

Ditengah cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari belakang, pihaknya terus bersiaga 1 x 24 jam setiap harinya baiik personel maupun alat berat terus dalam keadaan siaga. 

"Kita terus bersiaga, mudah-mudahan tidak ada bencana alam yang terjadi,"tutup Rio. 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved