Selasa, 12 Mei 2026

Warga Mukomuko Diterkam Harimau

Penyebab Konflik Harimau dan Manusia di Mukomuko Bengkulu, Hutan Jadi Kebun Sawit

Konflik harimau dan manusia di Kabupaten Mukomuko disebut akibat dari perambahan hutan produksi menjadi perkebunan sawit.

Tayang:
Penulis: Muhammad Panji Destama Nurhadi | Editor: Yunike Karolina
Kolase TribunBengkulu.com
Kolase Ilustrasi harimau dan evakuasi korban. Kanopi sebut konflik harimau dan manusia di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu akibat perubahan hutan produksi menjadi perkebunan sawit. 

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama

TRIBUNBENGKULU.COM, MUKOMUKO - Kanopi menyebut konflik harimau dan manusia di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu terjadi akibat perubahan hutan produksi menjadi perkebunan sawit.

Konflik ini kerap terjadi. Terbaru warga Desa Tunggal Jaya Kabupaten Mukomuko Ibnu Oktavianto (22) jadi korban, dimangsa oleh harimau saat sedang mencari rumput.

Ketua Kanopi Hijau Indonesia Ali Akbar menerangkan, harimau memiliki wilayah atau home range sebagai tempat harimau berburu ataupun bermain seluas 100 kilometer persegi.

Kanopi bersama dengan Genesis dan Lingkar Inisiatif melakukan patroli selama 3 tahun di Bentang Alam Seblat yang merupakan taman nasional.

Bentang Alam Seblat juga merupakan wilayah dari habitat harimau Sumatera yang berada di kawasan Mukomuko dan Bengkulu Utara.

Dalam kurun waktu 3 tahun melakukan patroli di Bentang Alam Seblat, pihaknya menemukan adanya sekitar 6.000 hektare hutan yang sudah terbuka.

“Sebelumnya juga kita melakukan pemetaan tutupan kawasan hutan di Bentang Alam Seblat dengan total luas sekitar 80.000 hektare yang kita cover waktu itu, sekitar 22.000 hektare juga sudah terbuka atau menjadi perkebunan sawit,” beber Ali, saat dihubungi TribunBengkulu.com, Rabu (15/1/2025).

Artinya di tahun 2021 sudah ada bukaan lahan di hutan produksi Bentang Alam Seblat itu sekitar 22.000 hektare menjadi kebun sawit.

Lalu di tiga tahun kedepannya juga adanya bukaan lahan baru sekitar 6.000 hektare menjadi perkebunan sawit.

Pihaknya juga sudah melaporkan hal ini ke pihak-pihak pemangku kebijakan, termasuk menyampaikan perambahan hutan ini dilakukan oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab.

“Ke pemangku kebijakan sudah kita sampaikan, termasuk oknum-oknumnya, namun mereka hanya mendapatkan dalam tanda kutip teguran saja, kita harap ada tindakan yang lebih tegas,” harap Ali.

Ali juga menjelaskan, dalam kurun waktu pihaknya melakukan patroli, monitoring dan evaluasi di wilayah itu, pihaknya juga menemukan alat berat.

Menurutnya, hingga saat ini tidak ada tindakkan negara yang berarti, untuk menyelamatkan kawasan tersebut. 

Baca juga: Sejumlah Alasan Harimau Berkeliaran Masuk Pemukiman hingga Objek Wisata di Mukomuko Bengkulu

Karena kawasan Bentang Alam Seblat merupakan kawasan penting karena di sana merupakan habitat harimau Sumatera, gajah Sumatera serta flora dan fauna lainnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved