Minggu, 12 April 2026

Kalender 2025

Kalender Februari 2025 : Satu Bulan 28 atau 29 Hari, Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama

Kalender Februari 2025 : Mengapa Hanya Terdapat 28 Hari dalam Bulan Februari 2025?

Penulis: Dwi Wulandari | Editor: M Syah Beni
Tangkapan Layar Situs Kementerian Agama RI
KALENDER FEBRUARI 2025 - Tangkapan layar kalender bulan Februari 2025 yang diambil dari situs Kementerian Agama (Kemenag), Senin (03/02/2025). Keunikan bulan Februari yang memiliki jumlah hari berbeda dibandingkan bulan lainnya. Berikut informasi mengenai bulan Februari 2025 yang hanya memiliki 28 hari. (Kemenag RI). 

TRIBUNBENGKULU.COM - Kalender Februari 2025 : Mengapa Hanya Terdapat 28 Hari dalam Bulan Februari 2025?

Bulan Februari 2025 akan berakhir pada tanggal 28, tanpa adanya tambahan hari seperti yang terjadi pada tahun kabisat. 

Keunikan bulan Februari yang memiliki jumlah hari berbeda dibandingkan bulan lainnya memang menarik perhatian. 

Pada tahun 2025, bulan ini hanya terdiri dari 28 hari, sementara pada tahun kabisat, Februari memiliki 29 hari. 

Fenomena ini timbul akibat perhitungan yang berkaitan dengan perputaran bumi dan sistem penanggalan yang kita gunakan, yaitu kalender Masehi.

Mengapa Februari Hanya Memiliki 28 Hari?

Setiap tahun, jumlah hari dalam satu tahun menurut kalender Masehi adalah 365 hari. 

Namun, rotasi bumi yang membutuhkan sekitar 365,25 hari untuk mengelilingi matahari menyebabkan adanya tambahan waktu sekitar 6 jam setiap tahunnya. 

Agar sistem penanggalan tetap akurat, setiap empat tahun sisa waktu tersebut ditambahkan ke dalam bulan Februari. 

Inilah yang menyebabkan bulan Februari memiliki 29 hari pada tahun kabisat dan 28 hari pada tahun biasa, seperti pada 2025.

Fenomena Tahun Kabisat

Tahun kabisat terjadi setiap empat tahun sekali. 

Tahun yang habis dibagi empat, seperti 2024, 2028, dan seterusnya, akan menjadi tahun kabisat dan Februari memiliki 29 hari. 

Namun, ada pengecualian untuk tahun yang habis dibagi 100 tetapi tidak dibagi 400, seperti tahun 2100 yang tidak akan menjadi tahun kabisat meskipun habis dibagi 4.

Tahun kabisat ini penting untuk menjaga agar kalender Masehi tetap selaras dengan musim-musim bumi, yang jika tidak disesuaikan, dapat mengalami pergeseran.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved